PGN dan Sinopec Tandatangani Perjanjian Jual Beli LNG

Fatimah Siregar - Selasa, 12 November 2019 03:25 WIB
undefined

MEDAN – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk dan Sinopec menandatangani perjanjian jual beli LNG di China untuk 2020. Perjanjian ini menandai milestone penting bagi PGN memainkan perannya secara global sebagai sub holding gas Indonesia. Pada pertengahan 2019, PGN mendapat tugas dari Pertamina untuk mengelola bisnis LNG end-to-end secara penuh.

Dimulai dengan inisiatif dan pengembangan bisnis baru bisnis LNG baik domestik maupun global. PGN juga menerima mandat dari pemerintah dan pemegang saham untuk mengelola dan mengintegrasi bisnis gas dan LNG d Indonesia dari midstream ke downstream untuk mencapai nilai paling optimal kepada seluruh pemangku kepentingan. PGN tidak akan berhenti untuk melayani kebutuhan energi dalam bentuk komoditas semata.

“Kami sudah meninjau kesempatan untuk mengambil peran dan mengembangkan infrastruktur gas dan LNG sepanjang rantai nilai, mulai dari kepemilikan bidang likuifaksi, regasifikasi, kapal, regenerasi energi atau transmisi infrastruktur, saluran pipa dan fasilitas gas kota,” kata Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Syahrial Muktar dalam sambutannya, Senin (11/11/2019).

Syahrial mengatakan, China merupakan negara dengan potensi besar dengan beragam peluang bisnis yang bisa dijelajahi. Berdasarkan kebutuhan energi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di China, impor energi tidak dapat terelakkan. Negara ini membutuhkan sumber energi global untuk mengisi kesenjangan antara produksi energi dengan konsumsi yang meningkat. Kondisi ini menjadi hal tepat karena PGN dapat membantu penjualan protofolio LNG yang dimiliki Pertamina dan menjalankan peran PGN sebagai sub holding gas.

Pihaknya sangat antusias membangun kerjasama. Menurut Syahrial, Sinopec adalah salah satu perusahaan energi terbesar di China. Dia percaya perjanjian kerjasama jual beli LNG merupakan awal dari kolaborasikan masa depan. Harapannya, PGN bisa mengeksplorasi potensi penjualan LNG dan pengembangan infrastrukturnya secara lebih jauh mulai terminal, bungker, dan sebagainya.

"Kami sangat berterima kasih kepada Sinopec atas sambutan dan keramahannya. Semoga kami bisa menyambut dengan cara yang sama di Indonesia,”
ungkap Syahrial.

Sejalan dengan upaya memperluas layanan dan portofolio di tingkat global, dan untuk menjaga ketahanan energi nasional khususnya dalam melayani kebutuhan gas bumi domestik bagi seluruh sektor, saat ini PGN grup telah menyediakan gas atau LNG di berbagai pasar. Tidak hanya sebagai energi dan industri tetapi juga untuk komersial, ritel, dan rumah tangga.

PGN terus berupaya untuk mencapai target bauran energi pada 2024. Sesuai rencana PGN akan membangun sejumlah infrastruktur baru di antaranya jaringan pipa transmisi dan distribusi masing-masing sepanjang 528 kilometer dan 500 kilometer. PGN juga akan membangun tujuh LNG filling station untuk kapal, lima FSRU, 3,59 juta sambungan rumah tangga, dan 17 fasilitas LNG untuk menyuplai kebutuhan kelistrikan dan menjangkau wilayah geografis Indonesia.

PGN juga akan menggenjot program jargas rumah tangga untuk menekan subsidi energi di sektor tersebut. Di 2025, PGN menargetkan bisa mengoperasionalkan 4,7 juta sambungan rumah tangga.

Bagikan

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌