PGN Teken 7 Kesepakatan Pasokan Gas, Termasuk LNG Abadi Masela

sapadaku - Kamis, 29 Oktober 2026 20:31 WIB
null

(sijori.id) - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menandatangani tujuh dokumen kesepakatan komersial untuk memperkuat pasokan gas bumi bagi pelanggan. Kesepakatan tersebut mencakup pasokan gas melalui jaringan pipa dan Liquefied Natural Gas (LNG), termasuk LNG dari Proyek Abadi LNG di Blok Masela.

Penandatanganan dilakukan dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Langkah ini menjadi bagian dari strategi PGN dalam mendiversifikasi sumber pasokan sekaligus menjaga ketersediaan gas bumi untuk kebutuhan jangka menengah dan panjang.

Tujuh dokumen yang ditandatangani terdiri atas tiga Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG), satu amandemen PJBG, serta tiga perjanjian jual beli LNG atau LNG Sales and Purchase Agreement (SPA).

Untuk pasokan gas melalui pipa, PGN menandatangani PJBG dengan EMP Bentu, Medco Sakakemang B.V., dan PEP Sengeti. Selain itu, PGN menandatangani Amandemen III PJBG dengan Medco South Sumatera (Medco SS).

PJBG dengan EMP Bentu mencakup pasokan hingga sekitar 4 BBTUD. Sementara itu, kesepakatan dengan Medco Sakakemang B.V. mencakup volume hingga sekitar 38 BBTUD mulai 2027, sedangkan PEP Sengeti menyepakati pasokan hingga 5,7 MMSCFD mulai 2028.

Adapun Amandemen III PJBG dengan Medco SS mencakup volume sebesar 15 BBTUD. Volume dan periode penyaluran setiap kesepakatan mengikuti ketentuan komersial yang disepakati para pihak.

Selain pasokan gas melalui pipa, PGN memperluas portofolio LNG melalui tiga LNG SPA, yakni dengan South Hub untuk periode pengiriman mulai 2027, North Hub mulai 2029, dan LNG Abadi Masela.

Pasokan LNG Masela direncanakan mencapai 775 TBTU selama 15 tahun

Kesepakatan LNG Abadi Masela merupakan tindak lanjut dari Heads of Agreement (HoA) dan Key Term Sheet yang disepakati PGN bersama para kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Proyek Masela dalam IPA Convex 2026 di Jakarta pada 20 Mei 2026.

Kerja sama tersebut direncanakan mencakup pasokan LNG dengan total volume 775 TBTU selama 15 tahun, terhitung sejak proyek mulai beroperasi secara komersial.

Pasokan ini diharapkan menjadi salah satu sumber LNG domestik bagi PGN untuk jangka panjang. Namun, realisasi penyalurannya akan mengikuti perkembangan dan kesiapan operasional Proyek Abadi LNG.

Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto mengatakan, kesepakatan komersial dengan pemasok hulu migas merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga kesinambungan pasokan gas bumi bagi pelanggan.

“Kesepakatan komersial dengan pemasok hulu migas merupakan bagian penting dari upaya PGN dalam memperkuat keberlanjutan pasokan gas bumi. Melalui kerja sama ini, PGN terus mengoptimalkan pengelolaan portofolio pasokan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan,” ujar Arief.

Menurut dia, kombinasi pasokan gas melalui pipa dan LNG menjadi strategi PGN untuk mengantisipasi dinamika ketersediaan gas sekaligus memenuhi kebutuhan berbagai sektor, termasuk industri, komersial, dan kelistrikan.

“Diversifikasi sumber pasokan, baik melalui gas pipa maupun LNG, diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas pengelolaan portofolio gas bumi PGN. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk menjaga keandalan layanan serta mendukung kebutuhan energi pelanggan,” katanya.

Melalui kesepakatan tersebut, PGN juga memperkuat sinergi di lingkungan Pertamina Group untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas bumi domestik. Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN menjalankan peran dalam mengintegrasikan pengelolaan pasokan, infrastruktur, dan penyaluran gas bumi guna mendukung kebutuhan energi nasional. (*)

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌