Philips Bakal PHK 6.000 Karyawan

Pratiwi - Selasa, 31 Januari 2023 22:12 WIB
Ilustrasi kantor pusat Philips.

JAKARTA (sijori.id) - Raksasa konglomerasi asal Belanda Philips mengumumkan bakal mengambil langkah pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap 6.000 karyawannya yang tersebar di seluruh dunia. Keputusan tersebut terpaksa diambil pihak manajemen setelah mengetahui bahwa perusahaan produsen lampu terkemuka itu mengalami kerugian hingga sebesar 1,6 miliar euro atau setara dengan Rp26,1 triliun (asumsi kurs Rp16.254 per euro).

Berdasarkan informasi yang beredar, separuh dari total 6.000 karyawan yang terdampak tersebut bakal dilakukan PHK oleh pihak perusahaan di tahun ini. Sementara sisanya akan dilakukan hingga 2025 mendatang.

"Apa yang kami hadirkan hari ini saya pikir adalah rencana terbaik untuk mengamankan masa depan Philips. Tantangan yang kami hadapi sangat berat dan kami mencoba mengatasinya secara serius," terang CEO Roy Jakobs dalam keterangannya dikutip dari Reuters Selasa, 31 Januari 2023.

Keputusan PHK yang diambil oleh pihak perusahaan juga diketahui bukan yang pertama kali dilakukan. Pada bulan Oktober 2022 lalu, Perusahaan juga tercatat telah memecat sebanyak 4.000 pekerjanya.

PHK yang dilakukan perusahaan pada bulan Oktober 2022 lalu terjadi tak lama setelah sang CEO Roy Jakobs mengambil alih kendali perusahaan pada awal bulan tersebut.

Langkah PHK yang bakal dilakukan oleh perusahaan konglomerasi asal Belanda ini pun menambah daftar panjang deretan perusahaan terkemuka dunia yang juga melakukan langkah serupa lebih dahulu.

Beberapa di antara raksasa perusahan dunia yang juga telah mengambil langkah PHK antara lain induk Google, Alphabet serta Microsoft yang berdampak terhadap lebih dari 10.000 karyawan di awal 2023 ini.

Selain yang disebutkan, terdapat raksasa teknologi lainnya yang turut melakukan PHK secara massal. Mulai dari Amazon, Salesforce, Wayfair, Picasa hingga Spotify. (*)

Tags PhilipsBagikan

RELATED NEWS