Protes Penanganan COVID-19, Penjara Dibakar

Pratiwi - Rabu, 22 Desember 2021 16:11 WIB
Para napi di Penjara Krabi, Thailand memprotes penanganan COVID-19 dan kepadatan di penjara dengan membakar sel-sel dan menyerang sipir. (AFP)

BANGKOK (sijori.id) - Ditengarai sebagai bentuk protes terhadap penanganan COVID-19, penjara jadi sasaran amuk massa. Dibakar.

Demikian kerusuhan berbuntut kebakaran di Penjara Krabi, Thailand.

Kerusuhan yang berlangsung selama dua hari sejak 18 Desember 2021 ini sekaligus menyoroti masalah munculnya klaster COVID-19 di penjara-penjara Thailand yang terkenal penuh sesak. Demikian seperti diberitakan trenasia.com

Thailand telah mendeteksi lebih dari 80 kasus varian Omicron dan disinyalir menjadi salah satu penyebab kekhawatiran para napi.

Sekitar 400 napi di penjara yang terletak di Provinsi Krabi di pantai selatan Thailand yang terkenal sebagai tujuan wisata pantai itu, menuntut agar tahanan yang terinfeksi dibawa ke rumah sakit, bukan ditahan di dalam.

Sekitar 100 polisi berpakaian anti huru-hara lengkap memasuki penjara dan menangkap 31 tersangka pemimpin kelompok setelah kebakaran terjadi, seperti dikutip TrenAsia.com dari Bangkok Post pada 22 Desember 2021.

Para perusuh membakar tempat tidur mereka, menyerang sipir, dengan video dan foto si jago merah dan kepulan asap hitam dari kompleks penjara beredar.

“Tidak ada korban jiwa, hanya luka ringan,” lapor wakil juru bicara kepolisian nasional, Kissana Phathanacharoen, seperti dikutip TrenAsia.com dari Channel News Asia.

Thailand memiliki salah satu populasi penjara tertinggi di Asia, dengan lebih dari 300.000 narapidana. Masalah kepadatan ini telah lama menjangkiti penjara-penjara di Thailand.

Pemerintah Thailand sempat mempertimbangkan untuk melepas 50.000 napi pada awal tahun ini demi mengatasi masalah kepadatan dengan bertumbuhnya klaster dalam penjara. (*)

Tags covid 19ThailandBagikan

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌