PT PAL Mulai Bangun Kapal Selam Scorpène Evolved Juli 2026
SURABAYA (sijori.id) - PT PAL Indonesia bersama Naval Group memastikan pembangunan kapal selam Scorpène Evolved pertama untuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) akan dimulai pada Juli 2026. Proyek ini menjadi tonggak penting dalam penguasaan teknologi kapal selam nasional karena seluruh proses konstruksi dilakukan di Indonesia melalui program Scorpène Republik Indonesia (SRI).
Kepastian tersebut disampaikan saat PT PAL dan Naval Group menggelar press tour ke fasilitas pembangunan dan pemeliharaan kapal selam PT PAL di Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan itu memperlihatkan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, serta fasilitas produksi menjelang dimulainya pembangunan kapal selam rancangan Prancis tersebut.
Direktur Program SRI Naval Group, Vincent Vimont, mengatakan proses pemotongan baja (first steel cutting) untuk kapal selam pertama akan dimulai pada bulan ini.
"Kapal selam pertama akan memasuki tahapan pengujian dan uji laut pada periode 2030 hingga 2032 sebelum diserahkan kepada TNI AL pada 2032," ujarnya.
Sementara itu, pembangunan kapal selam kedua dijadwalkan dimulai pada 2027. Kapal tersebut akan menjalani pengujian antara 2031 hingga 2033 dengan target penyerahan pada 2033.
Dengan jadwal tersebut, PT PAL akan membangun dua kapal selam secara paralel dengan selisih waktu satu tahun. Perusahaan juga membuka peluang percepatan jadwal apabila proses produksi berjalan sesuai rencana.
Ciptakan Lebih dari 2.200 Lapangan Kerja
PT PAL dan Naval Group memperkirakan proyek ini akan menciptakan sekitar 2.250 lapangan kerja, mulai dari tenaga produksi, layanan pendukung, hingga pemeliharaan kapal selam setelah diserahkan kepada TNI AL.
Kedua perusahaan juga menyebutkan bahwa tambahan pesanan kapal selam Scorpène di masa mendatang berpotensi membuka lebih banyak peluang kerja bagi tenaga kerja nasional.
Naval Group menjelaskan tim yang menangani proyek Indonesia turut melibatkan personel berpengalaman yang sebelumnya mendukung produksi lokal kapal selam Scorpène di India dan Brasil. Pengalaman tersebut diharapkan mempercepat proses transfer teknologi kepada Indonesia.
Selain PT PAL, sejumlah perusahaan nasional juga akan dilibatkan sebagai bagian dari rantai pasok industri pertahanan dalam negeri.
PT PAL Mampu Bangun Empat Kapal Selam Sekaligus
Kepala Divisi Kapal Selam PT PAL, Agus Rifai, mengatakan fasilitas produksi yang dimiliki perusahaan saat ini mampu mendukung pembangunan maupun pemeliharaan hingga empat kapal selam Scorpène secara bersamaan.
Menurutnya, proyek Scorpène juga memanfaatkan pengalaman PT PAL saat membangun kapal selam Type-209, termasuk penggunaan berbagai fasilitas produksi dan peralatan yang telah tersedia.
"Kapasitas fasilitas yang kami miliki memungkinkan pembangunan maupun kegiatan pemeliharaan beberapa kapal selam secara bersamaan," jelas Agus.
Dibekali Teknologi Kapal Selam Generasi Terbaru
Naval Group mengungkapkan bahwa Scorpène Evolved yang akan dioperasikan TNI AL mengadopsi berbagai teknologi terbaru.
Kapal selam ini memiliki teknologi akustik senyap (acoustic discretion) yang dikembangkan dari kapal selam nuklir pembawa rudal balistik milik Prancis.
Selain itu, kapal selam akan dilengkapi:
- Sistem tempur SUBTICS.
- Sensor akustik dan non-akustik yang terintegrasi.
- Sistem sonar generasi terbaru dengan planar array.
- Teknologi pemrosesan sinyal canggih.
Menggunakan konfigurasi penuh baterai lithium-ion, Scorpène Evolved mampu menjalankan misi hingga 80 hari tanpa perlu sering muncul ke permukaan.
Untuk persenjataan, kapal selam mampu membawa kombinasi hingga 18 torpedo berat F21 dan rudal antikapal SM39 Exocet.
Naval Group juga mengonfirmasi bahwa Scorpène Evolved nantinya kompatibel dengan rudal generasi terbaru SM40 Exocet yang saat ini masih dikembangkan oleh MBDA.
Indonesia Resmi Bergabung dengan Scorpène Club
Dalam kesempatan tersebut juga diungkapkan bahwa TNI AL resmi bergabung dengan Scorpène Club pada 2025.
Indonesia menjadi anggota terbaru klub operator Scorpène bersama Brasil, Chile, India, dan Malaysia. Keanggotaan ini memungkinkan Indonesia memperkuat kerja sama teknis, pelatihan, serta pertukaran pengalaman dengan negara-negara pengguna kapal selam Scorpène lainnya.
Target Jangka Panjang: Bangun dan Ekspor Kapal Selam Nasional
Direktur Program Research, Development and Innovation (RDI) PT PAL, Laksamana Muda TNI (Purn.) Wiranto, menjelaskan bahwa proyek Scorpène Evolved merupakan bagian dari Tahap II Program Penguasaan Teknologi Kapal Selam Nasional.
Program tersebut menargetkan Indonesia mampu merancang, membangun, hingga mengekspor kapal selam buatan sendiri pada periode 2042–2050.
PT PAL dan Naval Group juga mengungkapkan telah mendiskusikan peluang menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi bersama untuk kapal selam Scorpène yang dipesan negara lain, sekaligus sebagai pusat pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul (MRO) bagi armada Scorpène di kawasan.
Namun demikian, Naval Group menegaskan bahwa kerja sama tersebut masih memerlukan perjanjian baru karena kontrak saat ini belum memberikan hak kepada Indonesia untuk memasarkan atau menjual kapal selam Scorpène kepada negara ketiga.
Peluang Kerja Sama Lebih Luas
Selain proyek kapal selam, PT PAL dan Naval Group juga tengah menjajaki peluang kolaborasi di bidang teknologi pertahanan lainnya.
Naval Group menawarkan kerja sama transfer teknologi untuk berbagai sistem persenjataan, termasuk rudal dan torpedo.
Sementara itu, mengenai kemungkinan Indonesia menambah jumlah kapal selam Scorpène Evolved di masa mendatang, kedua perusahaan memastikan pembahasan masih berlangsung dan belum mencapai keputusan final. (*)
