Restoran Nasi Padang Legendaris Singapura Hadir Lagi dalam Pop-up 3 Hari
SINGAPURA (sijori.id) – Hanya lima bulan setelah menutup restoran yang telah beroperasi selama 78 tahun, Warong Nasi Pariaman membuat kejutan dengan mengumumkan comeback melalui sebuah acara pop-up selama tiga hari.
Rumah makan nasi Padang legendaris yang menutup gerainya di North Bridge Road pada Januari 2026 itu akan kembali melayani pelanggan dalam ajang The Great Food Assembly, festival kuliner baru yang digelar di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre pada 3–5 Juli 2026.
Festival tersebut menghadirkan berbagai pelaku usaha makanan halal dan milik Muslim, termasuk kafe, toko roti, hingga restoran burger. Warong Nasi Pariaman akan menempati stan khusus dalam kategori Chef's Table.
Kembali karena Permintaan Pelanggan
Pemilik generasi ketiga Warong Nasi Pariaman, Lenny Emrin, mengatakan keikutsertaan mereka berawal dari undangan penyelenggara acara yang datang tidak lama setelah restoran resmi tutup.
Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi cara untuk tetap melestarikan warisan kuliner keluarga sekaligus memenuhi harapan para pelanggan setia.
"Banyak pelanggan meminta kami buka kembali. Acara ini memberi kami kesempatan untuk melakukannya lagi, meski hanya selama tiga hari," kata Lenny.
Ia mengaku hal yang paling dirindukan setelah restoran tutup bukan sekadar aktivitas memasak, melainkan hubungan yang telah terjalin dengan pelanggan selama puluhan tahun.
"Banyak pelanggan kami sudah seperti keluarga dan sahabat. Kami sangat merindukan suasana restoran dan hubungan yang terbangun selama bertahun-tahun," ujarnya.
Tutup Setelah 78 Tahun Beroperasi
Didirikan pada 1948, Warong Nasi Pariaman dikenal sebagai salah satu restoran nasi Padang tertua di Singapura.
Usaha tersebut dirintis oleh Haji Isrin, perantau asal Pariaman, Sumatera Barat, sebelum diteruskan oleh generasi kedua dan kemudian dikelola oleh Lenny Emrin bersama saudara-saudaranya.
Meski tidak pernah mengumumkan alasan penutupan secara resmi, Lenny mengungkapkan bahwa beban kerja yang semakin berat menjadi salah satu penyebab utama.
Proses memasak yang dimulai sejak dini hari setiap hari serta kebutuhan memasak dalam jumlah besar membuat seluruh anggota keluarga kelelahan.
Selain itu, meningkatnya harga bahan baku, terutama santan segar yang menjadi ciri khas masakan mereka, turut menambah tekanan operasional.
Belum Berencana Membuka Restoran Permanen
Walau kembali hadir melalui festival kuliner, keluarga Emrin menegaskan belum memiliki rencana untuk membuka restoran permanen dalam waktu dekat.
Saat ini sebagian besar anggota keluarga memilih beristirahat dan bekerja paruh waktu, meski tetap menerima pesanan katering maupun acara privat sesuai ketersediaan.
Lenny mengungkapkan sudah ada beberapa pihak yang menawarkan kerja sama untuk membuka kembali Warong Nasi Pariaman secara permanen.
Namun hingga kini belum ada keputusan yang diambil.
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan masyarakat, tetapi saat ini belum ada keputusan apa pun," katanya.
Siapkan Generasi Keempat
Fokus utama keluarga saat ini adalah mempersiapkan generasi keempat agar mampu melanjutkan usaha keluarga.
Anak-anak Lenny dan Tina Emrin akan ikut membantu selama acara pop-up berlangsung sekaligus belajar memasak resep-resep tradisional khas Padang serta memahami pengelolaan bisnis keluarga.
Di sisi lain, keluarga juga berharap dapat memanfaatkan ide-ide dari generasi muda untuk memodernisasi usaha tanpa meninggalkan cita rasa asli yang telah diwariskan selama puluhan tahun.
Lima Menu Andalan Kembali Disajikan
Selama tiga hari penyelenggaraan festival, Warong Nasi Pariaman akan menyajikan lima menu yang selama ini menjadi favorit pelanggan, yaitu:
- Beef Rendang
- Ayam Bakar
- Ayam Gulai
- Dendeng Balado
- Sambal Balado
Pengunjung dapat membeli setiap lauk secara terpisah seperti di warung nasi Padang pada umumnya atau memilih paket nasi yang telah disediakan.
Meski tidak lagi menggunakan metode memasak dengan tungku arang seperti di restoran lamanya, Lenny memastikan seluruh hidangan tetap dibuat menggunakan resep asli keluarga dan dimasak segar di lokasi acara setiap hari.
Namun, jumlah porsi akan dibatasi sehingga pelanggan disarankan datang lebih awal sebelum seluruh menu habis terjual. (*)
