Revitalisasi Terowongan Pelita Dikebut dalam 2 Bulan

Pratiwi - Selasa, 07 April 2026 09:42 WIB
null

BATAM (sijori.id) — Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai merevitalisasi Terowongan Pelita, salah satu jalur vital penghubung kawasan Batam Center dan Nagoya. Proyek yang ditargetkan rampung dalam dua bulan, April–Mei 2026. Revitalisasi difokuskan pada peningkatan keselamatan, kenyamanan, serta penataan estetika ruang publik.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pekerjaan dilaksanakan oleh Direktorat Pembangunan Infrastruktur sebagai bagian dari program pemeliharaan infrastruktur perkotaan. “Revitalisasi ini bertujuan memastikan fungsi jalan tetap optimal sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Terowongan Pelita memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas harian masyarakat dan distribusi logistik, karena menghubungkan pusat pemerintahan Batam Center dengan kawasan bisnis dan pariwisata Nagoya. Infrastruktur ini juga dikenal sebagai satu-satunya terowongan di Kota Batam.

Namun, berdasarkan evaluasi lapangan, kondisi fisik terowongan mengalami penurunan. Sejumlah persoalan yang ditemukan antara lain pencahayaan yang belum merata, sistem drainase yang kurang optimal, serta vandalisme berupa coretan di dinding yang mengurangi estetika dan berpotensi mengganggu visibilitas pengguna jalan.

Secara teknis, perbaikan difokuskan pada tiga aspek utama. Pertama, peningkatan sistem drainase untuk mencegah genangan air yang dapat mempercepat kerusakan struktur jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan. Kedua, pembenahan sistem pencahayaan guna memenuhi standar visibilitas minimal di ruang bawah tanah. Ketiga, penataan visual melalui pengecatan ulang, pemasangan marka jalan, serta elemen estetika seperti lanskap tanaman dan light box informasi.

“Perbaikan drainase dan pencahayaan menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan aspek keselamatan pengguna jalan,” kata Amsakar.

Lingkup pekerjaan meliputi pembersihan saluran air, pengecatan dinding dan kanstin, pemasangan marka jalan, hingga penataan lanskap dengan tanaman hias. Selain itu, BP Batam juga memasang light box yang memuat informasi visi pembangunan kota sebagai bagian dari penguatan identitas visual kawasan.

Terowongan ini memiliki dimensi sekira 90 meter (panjang), 18 meter (lebar), dan 5 meter (tinggi). Pendanaan proyek bersumber dari anggaran pemeliharaan Direktorat Pembangunan Infrastruktur BP Batam serta dukungan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemerintah Kota Batam.

Sejumlah pekerjaan awal telah berjalan di lapangan, seperti pembersihan drainase dan penanaman tanaman hias. Tahapan berikutnya mencakup pengukuran teknis untuk pengecatan, pemasangan perangkat pencahayaan, dan instalasi light box.

Amsakar menambahkan, revitalisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan fungsi infrastruktur, tetapi juga memperkuat citra kota yang tertata. “Kami ingin menghadirkan infrastruktur yang aman, nyaman, dan memiliki nilai estetika sebagai representasi kemajuan Batam,” ujarnya.

Sebagai pembanding, Kementerian PUPR dalam sejumlah pedoman teknis menyebutkan bahwa sistem drainase jalan perkotaan yang baik dapat menekan risiko kerusakan perkerasan dan genangan, sementara pencahayaan memadai berkontribusi terhadap penurunan potensi kecelakaan lalu lintas di titik rawan.

BP Batam juga mengisyaratkan program serupa akan dilakukan bertahap di kawasan lain. Masyarakat diimbau ikut menjaga fasilitas umum dan menghindari vandalisme agar manfaat revitalisasi dapat dirasakan dalam jangka panjang. (*)

RELATED NEWS