RSBP Batam Percepat Skrining Jantung Anak

Pratiwi - Rabu, 04 Februari 2026 13:29 WIB
null

BATAM (sijori.id) - Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) mempercepat pelaksanaan skrining penyakit jantung bawaan (PJB) pada anak. Kegiatan itu digelar lebih awal pada Sabtu (31/1/2026), meski secara nasional pekan peringatan dijadwalkan berlangsung pada 7–14 Februari 2026 di berbagai daerah.

Skrining tersebut merupakan bagian dari peringatan Congenital Heart Disease (CHD) Awareness Week 2026. Langkah percepatan ini menjadi bentuk komitmen RSBP Batam dalam mendorong deteksi dini kelainan jantung bawaan pada anak.

Penyakit jantung bawaan kerap luput dari perhatian karena tidak selalu menunjukkan gejala jelas pada fase awal kehidupan. Ketua FErKI Batam dr. Fandi Ahmad, Sp.JP(K), FIHA, FASCC, menyebut PJB masih menjadi persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian serius.

Ia mengungkapkan, angka kejadian kelainan jantung bawaan di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 8 kasus per 1.000 kelahiran hidup. “Banyak kasus baru terdeteksi setelah muncul keluhan. Karena itu, deteksi dini sangat penting untuk menyelamatkan masa depan anak,” ujarnya.

Melalui skrining ini, anak yang terindikasi memiliki kelainan jantung bawaan akan diarahkan menjalani pemeriksaan lanjutan dan konsultasi dengan dokter spesialis di RSBP Batam sesuai kebutuhan medis. Dengan begitu, skrining tidak berhenti pada pemeriksaan awal, tetapi menjadi pintu masuk layanan kesehatan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Direktur RSBP Batam dr. Tanto Budiharto, SpJP, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi arahan pimpinan BP Batam, khususnya Deputi Bidang Pelayanan Umum, agar RSBP Batam tetap mengedepankan pelayanan sosial dan promotif kepada masyarakat. Hal itu dijalankan meski secara pengelolaan RSBP Batam berstatus badan usaha yang diperkenankan melakukan aktivitas bisnis sesuai ketentuan.

Skrining PJB menjadi bagian dari rangkaian layanan jantung RSBP Batam sepanjang awal 2026, mulai dari deteksi dini, pelayanan medis terukur, hingga edukasi kesehatan bagi masyarakat dan keluarga pasien. Program tersebut sejalan dengan nilai PRIMA: Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir, dan Akurat. (*)

RELATED NEWS