RSBP Batam Resmi Jadi Pusat Fellowship Kardiologi Intervensi

Pratiwi - Sabtu, 20 Desember 2025 20:36 WIB
null

BATAM (sijori.id) — Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam (RSBP Batam) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah untuk menyelenggarakan Program Fellowship Kardiologi Intervensi, Kamis, 18 Desember 2025. Penandatanganan berlangsung di Marketing Centre BP Batam.

Melalui kerja sama ini, RSBP Batam ditetapkan sebagai rumah sakit pionir pertama di Provinsi Kepulauan Riau yang menjadi bagian dari jejaring nasional pusat Fellowship Kardiologi Intervensi di Indonesia.

Fellowship Kardiologi Intervensi merupakan program pelatihan subspesialisasi bagi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah untuk meningkatkan kompetensi tindakan invasif minimal berbasis kateter dalam penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah. Program ini menjadi bagian dari strategi transformasi kesehatan nasional guna mempercepat pemerataan tenaga medis ahli.

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait dan Ketua Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah, Renan Sukmawan. Kegiatan tersebut dihadiri Direktur RSBP Batam Tanto Budiharto, perwakilan Direktorat Mutu SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Yudhi Pramono, serta sejumlah pemangku kepentingan di bidang kesehatan.

Ariastuty menyatakan kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurut dia, program fellowship menjadi bagian penting dalam menyiapkan tenaga medis yang kompeten dan berdaya saing seiring meningkatnya kebutuhan layanan kardiovaskular.

Ketua Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Renan Sukmawan mengatakan program Fellowship Kardiologi Intervensi merupakan agenda pemerintah untuk pemerataan layanan jantung. Ia menyebutkan sekitar 650 ribu orang tercatat mengalami kelainan jantung dengan angka kematian mencapai 350 ribu kasus. Tingginya antrian tindakan menjadi alasan pemerintah memperbanyak dokter yang memiliki kompetensi intervensi jantung.

Menurut Renan, kerja sama dengan RSBP Batam sejalan dengan upaya memenuhi kebutuhan tenaga medis di rumah sakit jejaring nasional serta transformasi layanan rujukan. Pemerintah menargetkan setiap provinsi memiliki minimal satu rumah sakit yang mampu melakukan intervensi jantung tingkat lanjut.

Sementara itu, Direktur Mutu SDM Kesehatan Kemenkes RI Yudhi Pramono mengatakan saat ini terdapat 18 rumah sakit di Indonesia yang menjadi pusat Fellowship Kardiologi Intervensi. Di Provinsi Kepulauan Riau, RSBP Batam menjadi rumah sakit pertama yang bekerja sama dengan Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah.

Ia menambahkan, penambahan pusat fellowship di Batam diharapkan mendukung target pemerintah agar pada 2027 seluruh 547 kabupaten dan kota di Indonesia dapat terlayani oleh dokter spesialis jantung.

RELATED NEWS