Sadis! Harga Minyak Terpuruk, Turun 20 Persen Selama 2020

Minka - Jumat, 01 Januari 2021 18:26 WIB
ilustrasi undefined

JAKARTA (sijori.id) -- Harga minyak mentah global menuai hasil buruk sepanjang 2020. Perekonomian global yang terguncang akibat pandemi virus corona membuat permintaan minyak seret.

Pada hari perdagangan terakhir 2020, harga minyak Brent untuk pengiriman Maret naik 17 sen menjadi US$51,80 per barel. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS juga naik 12 sen menjadi ditutup US$48,52 per barel.

Sepanjang 2020, harga minyak mentah Brent anjlok 21,5 persen, penurunan tahunan terbesar sejak 2015. Sementara itu, minyak mentah WTI merosot 20,5 persen, penurunan tahunan kedua dalam tiga tahun.

Kabar baik yang terselip dari kejatuhan harga minyak yaitu banderol Brent dan WTI telah naik lebih dari dua kali lipat sejak titik terendah pada April 2020. Kenaikan tersebut merupakan imbas dari langkah produsen memangkas produksi untuk menyesuaikan dengan permintaan yang lebih lemah. Berita tentang distribusi vaksin virus corona juga mendorong harga minyak di kuartal IV/2020.

Sekadar mengingatkan, harga minyak menyentuh titik nadir pada April 2020 karena permintaan bahan bakar anjlok akibat pandemi Coid-19. Harga minyak juga jatuh setelah antara raksasa minyak Arab Saudi dan Rusia bersitegang. WTI jatuh ke rekor terendah negatif 40,32 dolar AS per barel, sementara Brent turun menjadi 15,98 dolar AS per barel, terendah sejak 1999.

“Paruh pertama luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya dengan gerakan turun tajam dan reli tiba-tiba,” kata John Kilduff, seorang mitra di Again Capital Management di New York sepertik dikutip dari Antara, Jumat (1/1/2020).

Meskipun harga telah naik dalam dua bulan terakhir, penguncian tambahan telah membebani lagi pada permintaan bahan bakar. Varian virus corona yang sangat menular juga meningkatkan kewaspadaan sehingga rencana lockdown lanjutan tinggal dieksekusi

Penggerak harga minyak utama berikutnya akan datang Senin (4/1/2020). Pekan depan, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak alias OPEC dan sekutunya termasuk Rusia berencana untuk membahas peningkatan produksi minyak mentah mulai Februari.

Bagikan

RELATED NEWS