Sentra Industri Kampung Pempek Tanggo Rajo Terus Dikembangkan
PALEMBANG, WongKito.co - Kampung Tanggo Rajo, Kelurahan 7 Ulu, Seberang Ulu Palembang sejak dulu terkenal dengan pempek rantangan. Sentra industri pempek ini terus dikembangkan oleh pemerintah daerah untuk menjadi destinasi alternatif wisata kuliner di Palembang.
Kampung ini berada di pinggiran Sungai Musi. Lokasi strategisnya dinilai berpotensi untuk menarik wisatawan yang ingin menyaksikan bagaimana pempek diproduksi sembari menikmati pemandangan sungai Musi.
Menurut Ketua TP PKK Sumsel, Febrita Lustia Herman Deru, kampung pempek sangat bisa menjadi alternatif dan referensi bertamasya sekaligus kulineran. Apalagi pempek sudah menjadi ikon Palembang. Kuliner ini tak hanya sekedar kudapan (makanan selingan) saja, tapi nyaris dikonsumsi saban hari oleh masyarakat.
“Kita ingin mengenalkan pempek di kancah dunia. Makan pempek di sentra produksinya, di kampung pempek ini,” katanya saat meninjau pengembangan sentra industri kuliner Kampung Pempek Tanggo Rajo Cindo di Wilayah Kelurahan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Jumat (9/4/2021).
Pengembangan potensi wisata ini, diungkapkan Feby, harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Menurutnya hal utama dan penting adalah menjaga kebersihan lingkungan. Terlebih lagi hal ini berkaitan dengan proses produksi pempek. “Tetap utamakan kebersihan. Keindahan harus terwujud. Selain itu juga keamanan. Ini penting agar mereka yang berkunjung ke sini tidak diliputi rasa kuatir,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin mengatakan. pihaknya akan terus bersinergi bersama pemerintah provinsi/kabupaten/kota untuk ikut serta berkontribusi dalam pembangunan. Hal ini diwujudkan dengan menggarap pengembangan sentra kawasan kuliner pempek Tanggo Rajo.
“Kampung ini dikembangkan jadi industri kreatif. Kami membantu pengembangannya melalui unit syariah terkait Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ringan, yaitu sistem bagi hasil,” jelasnya.
Membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dengan potensi yang ada di wilayah masing-masing, lanjut Achmad, terus dilakukan pihaknya. Tak hanya dalam bentuk pendanaan saja, tetapi bagaimana mengajak masyarakat di kampung pempek untuk mengubah pola hidup menjadi lebih bersih dan mengelola sampah.
"Kami pun berupaya untuk membantu memberikan sertifikasi halal bagi pedagang. Untuk mendapatkan sertifikasi halal harus dimulai dari proses produksinya pun dengan kebersihan lingkungan,” ujar dia.
Minah, ibu rumah tangga yang telah puluhan tahun menekuni usaha pempek mengaku terharu atas bantuan yang diberikan untuk membantu kemajuan usahanya. "Terima kasih bantuannya. Mudah-mudahan usaha kami bisa tetap bertahan dan makin berkembang,” tuturnya. (tri)
