Seorang Pria di Singapura Kumpulkan Botol dan Kaleng Bekas, Raup Hampir Rp1 Juta
SINGAPURA (sijori.id) – Botol dan kaleng bekas yang biasanya dianggap sebagai sampah ternyata bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Seorang pekerja asing di Singapura mengumpulkan wadah minuman bekas dan menukarkannya melalui mesin Beverage Container Return Scheme (BCRS).
Kisah tersebut menjadi perhatian setelah seorang pengguna TikTok bernama Arnel mengunggah video saat memasukkan botol dan kaleng bekas ke mesin pengembalian BCRS di kawasan Tampines, Sabtu (5/9/2026). Demikian seperti ditulis oleh asiaone.
Dalam video tersebut, Arnel terlihat mengeluarkan botol dan kaleng dari kantong sampah berukuran besar sebelum memasukkannya satu per satu ke mesin. Beberapa kantong berisi wadah minuman bekas terlihat berada di sekitarnya.
"Good morning, 10 cents," tulis Arnel dalam keterangan video.
Kepada AsiaOne, pria berusia 40 tahun itu mengatakan botol dan kaleng tersebut dikumpulkannya pada malam hari dari lingkungan asramanya.
Menurut Arnel, banyak pekerja asing di tempat tinggalnya mengonsumsi minuman dalam kemasan kaleng, termasuk bir, kemudian meninggalkan kaleng bekas begitu saja.
Ia memilih mengumpulkannya sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan.
Arnel mengaku aktivitas tersebut telah dilakukannya sejak pertengahan Juli 2026. Dari hasil pengumpulan botol dan kaleng, ia menyebut nilai pengembalian yang telah dikumpulkannya hampir mencapai 80 dolar Singapura.
Jika dikonversikan secara kasar dengan kurs sekitar Rp13.000 per dolar Singapura, nilainya setara dengan sekitar Rp1 juta.
Video Arnel mendapat banyak respons positif dari pengguna media sosial. Sejumlah pengguna menilai tidak ada yang salah dengan mengumpulkan wadah minuman bekas untuk mendapatkan uang pengembalian sekaligus mendukung kegiatan daur ulang.
Salah satu pengguna bahkan berpendapat bahwa orang yang bersedia mengumpulkan wadah bekas layak mendapatkan manfaat dari skema pengembalian tersebut, terutama karena masih banyak orang yang tidak mengembalikan botol dan kaleng mereka sendiri.
Aktivitas Arnel juga bukan kali pertama. Dalam video yang diunggah pada 26 Agustus, ia terlihat membawa kantong besar berisi botol dan kaleng ke mesin BCRS.
Dalam video lainnya, ia memperlihatkan salah satu kaleng yang beberapa kali ditolak mesin meski kemasannya memiliki logo BCRS. Kaleng tersebut terus dikeluarkan kembali oleh mesin hingga akhirnya Arnel memberikan gestur jempol ke bawah.
5,5 Juta Botol dan Kaleng Telah Didaur Ulang
Skema BCRS di Singapura mulai diberlakukan pada April 2026. Berdasarkan keterangan Senior Minister of State for Sustainability and the Environment Singapura, Janil Puthucheary, sekitar 5,5 juta botol dan kaleng telah didaur ulang melalui skema tersebut hingga 5 Agustus 2026.
Pada periode yang sama, lebih dari 1 juta pengembalian dana telah berhasil dilakukan.
Setiap wadah minuman yang memenuhi ketentuan BCRS memiliki nilai pengembalian 10 sen dolar Singapura.
Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat seiring semakin banyak produk minuman berlabel BCRS beredar di pasar Singapura.
Bagi Arnel, program tersebut tidak hanya memberikan peluang memperoleh uang tambahan, tetapi juga menjadi cara sederhana untuk mengurangi sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
Bila nak tiba skema ini di Batam ya?! (*)
