Sering Terbangun Jam 3 Pagi? Ini Penyebabnya
TERBANGUN tepat pukul 03.00 dini hari dan sulit tidur lagi? Jika usia Anda di atas 45 tahun, kondisi ini belum tentu sekadar insomnia. Bisa jadi ada perubahan hormon yang sedang bekerja diam-diam di dalam tubuh.
Memasuki usia pertengahan 40-an, kadar estrogen pada perempuan dapat turun drastis, bahkan hingga 60 persen lebih. Padahal selama puluhan tahun hormon ini berperan mengatur suhu tubuh dan ritme tidur. Saat estrogen menurun, keseimbangan tubuh ikut terganggu.
Di saat yang sama, hormon stres bernama kortisol justru meningkat pada dini hari. Lonjakan kortisol sekitar pukul 03.00 memicu sinyal “darurat palsu” ke otak. Tubuh terasa siaga, jantung berdebar, pikiran aktif—meski sebenarnya tidak ada ancaman apa pun.
Tak sedikit yang akhirnya memilih obat tidur. Padahal, pil tidur tidak menyelesaikan akar masalah bila penyebabnya adalah ketidakseimbangan hormon.
Sejumlah penelitian menyebut beberapa pendekatan alami bisa membantu. Salah satunya magnesium glycinate dosis sekitar 400 miligram, dikonsumsi 90 menit sebelum tidur. Jenis magnesium ini dikenal membantu menenangkan sistem saraf dan meredam lonjakan kortisol.
Pilihan lain adalah jus tart cherry. Konsumsi sekitar 240 ml (8 ons) dua jam sebelum tidur disebut dapat meningkatkan kadar melatonin secara alami, hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk dan mempertahankan kualitas tidur.
Faktor sederhana lain yang kerap diabaikan adalah suhu kamar. Pakar tidur menyarankan temperatur sekitar 18 derajat Celsius atau 65 derajat Fahrenheit. Saat estrogen rendah, tubuh lebih sulit mendinginkan diri. Ruangan yang sejuk membantu proses ini berjalan lebih optimal.
Langkah awal yang bisa dicoba cukup sederhana. Atur suhu kamar lebih sejuk mulai malam ini. Selanjutnya, pelajari lebih jauh tentang magnesium glycinate dan tart cherry juice, serta konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya secara rutin.
Dengan penanganan yang tepat, gangguan bangun dini hari bisa berkurang dalam beberapa minggu. Tidur kembali nyenyak bukan hal mustahil—asal penyebabnya dipahami dengan benar. (*)
