Singapura Masuk 3 Negara Paling Bersih Korupsi

Pratiwi - Kamis, 12 Februari 2026 14:54 WIB
null

SINGAPURA (sijori.id) - Singapura kembali menempati peringkat 3 negara paling rendah tingkat korupsinya di dunia pada 2025. Posisi ini diraih untuk tahun kedua berturut-turut berdasarkan Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perceptions Index/CPI) yang dirilis Transparency International.

Dengan skor 84 poin, Singapura juga mempertahankan posisi teratas di kawasan Asia Pasifik. Negara kota itu menjadi satu-satunya negara Asia yang konsisten berada di jajaran 10 besar sejak indeks tersebut pertama kali diterbitkan pada 1995.

Dalam beberapa tahun terakhir, peringkat Singapura relatif stabil. Negara itu berada di posisi kelima pada 2022 dan 2023, peringkat keempat pada 2019 dan 2021, serta peringkat ketiga pada 2018, 2020, dan 2024.

Indeks CPI mengukur persepsi korupsi sektor publik di 182 negara dan wilayah. Skor diberikan dalam rentang 0 hingga 100, dari sangat korup hingga sangat bersih. Penilaian 2025 disusun berdasarkan 13 sumber penilaian ahli dan survei dunia usaha.

Biro Investigasi Praktik Korupsi Singapura (CPIB) menilai kondisi korupsi di negara tersebut tetap terkendali. Jumlah kasus korupsi di sektor publik relatif rendah, sementara survei persepsi publik menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang kuat terhadap upaya pemberantasan korupsi.

Menurut CPIB, capaian Singapura didukung oleh kerangka hukum yang kuat, penegakan hukum yang efektif, serta partisipasi masyarakat yang menjunjung tinggi integritas. Sikap tanpa toleransi terhadap korupsi menjadi fondasi reputasi Singapura sebagai negara dengan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Selain itu, Singapura menempati peringkat pertama dari 16 ekonomi dalam laporan Political and Economic Risk Consultancy 2025 tentang korupsi di Asia, Amerika Serikat, dan Australia. Negara ini juga berada di peringkat kedua dunia dan peringkat pertama di Asia dalam Indeks Supremasi Hukum World Justice Project 2025 untuk indikator ketiadaan korupsi. (*)

Editor: Pratiwi

RELATED NEWS