Starlink V5 Resmi Meluncur

Pratiwi - Minggu, 19 Juli 2026 13:53 WIB
null

(sijori.id) - SpaceX resmi memperkenalkan Starlink V5, perangkat terbaru untuk layanan internet satelit Starlink yang dirancang khusus bagi pengguna rumahan. Antena generasi terbaru ini hadir dengan ukuran lebih ringkas, bobot lebih ringan, serta konsumsi daya yang jauh lebih hemat dibandingkan generasi sebelumnya.

Melalui pengumuman di platform X, SpaceX menyebut Starlink V5 mampu menghadirkan kecepatan unduh hingga 375 Mbps, cukup untuk mendukung aktivitas seperti streaming video, panggilan video, bermain gim online, hingga bekerja dari rumah.

Saat ini Starlink V5 baru tersedia di sejumlah wilayah tertentu. SpaceX menyatakan distribusi akan diperluas secara bertahap seiring peningkatan kapasitas produksi.

Lebih Ringan, Lebih Mudah Dipasang

Dibandingkan perangkat Standard 4 yang selama ini menjadi paket utama Starlink untuk rumah, Starlink V5 memiliki dimensi yang lebih kecil dengan bobot hanya sekitar 1,1 kilogram, atau hampir sepertiga dari pendahulunya yang berbobot 2,9 kilogram.

Meski ukurannya mendekati Starlink Mini, V5 tetap ditujukan sebagai perangkat internet rumah. Berbeda dengan Mini yang memiliki Wi-Fi terintegrasi sehingga dapat digunakan tanpa router tambahan, Starlink V5 tetap membutuhkan router yang sudah disertakan dalam paket penjualan.

Keunggulan tersebut membuat proses pemasangan menjadi lebih sederhana, terutama bagi pengguna yang ingin memasang perangkat secara mandiri tanpa bantuan teknisi.

Tetap Cepat Meski Lebih Ringan

Dalam hal performa, Starlink V5 menawarkan kecepatan unduh hingga 375+ Mbps. Angka ini memang sedikit lebih rendah dibandingkan Standard 4 yang diklaim mampu mencapai 400+ Mbps, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan Starlink Mini yang memiliki kecepatan hingga 300+ Mbps.

Seluruh perangkat tersebut menggunakan antena electronic phased array dengan sudut pandang 110 derajat dan memiliki sertifikasi ketahanan IP67, sehingga tahan terhadap debu dan air.

Lebih Tahan Angin dan Hemat Energi

Salah satu peningkatan terbesar pada Starlink V5 adalah ketahanannya terhadap cuaca ekstrem. Saat terpasang, perangkat ini diklaim mampu bertahan pada kecepatan angin hingga 265 km/jam, jauh melampaui Standard 4 yang hanya dirancang untuk kecepatan angin sekitar 96 km/jam.

Kemampuan tersebut membuat Starlink V5 lebih cocok digunakan di wilayah yang sering mengalami badai atau cuaca ekstrem.

Selain itu, konsumsi daya rata-rata perangkat hanya berkisar 35–50 watt, hampir setengah dari Standard 4 yang membutuhkan 75–100 watt. Efisiensi energi ini memungkinkan penggunaan lebih lama saat mengandalkan sumber listrik cadangan seperti baterai atau pembangkit portabel.

Berpotensi Mendukung Komunikasi Darurat

Konsumsi daya yang lebih rendah membuka peluang pemanfaatan Starlink V5 sebagai solusi komunikasi saat terjadi bencana atau pemadaman listrik.

Teknologi Starlink sendiri telah dimanfaatkan di berbagai negara untuk menjaga konektivitas dalam kondisi darurat. Di Jepang, misalnya, antena Starlink mulai dipasang pada sejumlah fasilitas publik sebagai bagian dari penyediaan jaringan Wi-Fi darurat.

Layanan internet satelit milik SpaceX juga pernah digunakan untuk membantu menjaga komunikasi di wilayah terdampak konflik maupun bencana, sehingga keberadaan perangkat yang lebih hemat energi dinilai dapat memperluas penerapan teknologi tersebut di masa mendatang. (*)

RELATED NEWS