StartUP Campus 2021, Ajang Melahirkan Start Up Baru Indonesia
BATAM (sijori.id) - Masalah di Indonesia sangatlah banyak. Sebuah peluang bagi mahasiswa untuk mencari solusinya memanfaatkan teknologi digital.
Demikian disampikan oleh Maryati, Director of Achmad Zaky Foundation saat pertemuan daring Kickoff StartUP Campus 2021, Selasa (29/6/2021).
StartUP Campus ualah kerjasama Achmad Zaky Foundation dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pada kesempatan acara kickoff itu Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng., Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi ikut hadir.
Ia mengaskan bahkan pemerintah akan all out dengan program Kampus Merdeka yang telah diluncurkan.
"Pemerintah all out untuk menyukseskan kawin massal dunia kampus dengan kampus kehidupan," ujar Prof Nizam.
Kampus Merdeka ialah program Kemendikbud untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa belajar di tempat lain, di luar kampus dimana mereka belajar.
StartUP Campus sendiri ialah program bimbingan kepada mahasiswa yang berminat membuat sebuat start up. Sebuah program bimbingan ditaja oleh Achmad Zaky Foundation. Program ini setara dengan 20 SKS dan bersertifikat.
Aksi ini bertujuan mendorong generasi muda memulai mendirikan perusahaan teknologi rintisan atau startup dengan memberikan pelatihan kompetensi yang dibutuhkan sebagai seorang pendiri.
Maryati mengatakan, kali ini, mereka menerima 30 tim calon start up yang akan dibimbing. Setiap tim beranggota maksimal 3 orang.
"Jarang start up sukses kalau diisi lebih dari tiga orang," terang Maryati.
Prof Nizam sendiri optimis akan lahir banyak start up di tanah air. "Kita harus jadi produsen digital," ajaknya, penuh semangat. Indonesia tidak boleh menjadi konsumen digital saja.
Dari ururtan jumlah start up, Indonesia peringkat 5 dunia.
Achmad Zaky Foundation sendiri ialah Yayasan yang didirikan oleh Achmad Zaky setelah ia tidak aktif lagi di bukalapak.
"Kira-kira setahun lalu," kisah Achmad Zaky.
Achmad Zaky Foundation bergerak di bidang sosial, terutama pendidikan. (*)
