Teh Hijau atau Teh Hitam, Mana yang Lebih Baik untuk Mengontrol Gula Darah?

Pratiwi - Jumat, 26 Juni 2026 22:22 WIB
null

(sijori.id) - Teh hijau dan teh hitam sama-sama berasal dari tanaman Camellia sinensis. Perbedaannya terletak pada proses pengolahan.

Teh hijau tidak melalui proses oksidasi sehingga mampu mempertahankan kandungan katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), yang dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan.

Sebaliknya, teh hitam mengalami oksidasi penuh. Proses ini mengubah sebagian besar EGCG menjadi senyawa polifenol lain, sehingga efek biologisnya terhadap pengendalian gula darah menjadi berbeda.

Teh Hijau Lebih Efektif Menurunkan Gula Darah

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa teh hijau memberikan manfaat yang lebih nyata dalam membantu mengontrol kadar gula darah dibandingkan teh hitam.

Hasil meta-analisis menunjukkan konsumsi teh hijau dapat:

  • Menurunkan kadar gula darah puasa sekitar 2,1 mg/dL (0,12 mmol/L).
  • Membantu menurunkan kadar HbA1c hingga sekitar 0,30 persen.
  • Mengurangi lonjakan gula darah setelah makan (postprandial).

Sementara itu, konsumsi teh hitam belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kadar gula darah puasa maupun HbA1c.

Efek teh hijau juga dilaporkan lebih jelas terlihat pada kelompok usia di bawah 55 tahun dan populasi Asia.

Kandungan EGCG Menjadi Kunci

Keunggulan teh hijau berasal dari kandungan EGCG, senyawa antioksidan yang mampu menghambat kerja enzim pencernaan pati.

Dengan proses tersebut, pemecahan karbohidrat menjadi glukosa berlangsung lebih lambat sehingga lonjakan gula darah setelah makan dapat ditekan.

Dalam sebuah penelitian selama tujuh hari, peserta yang mengonsumsi teh hijau mengalami kadar gula darah setelah makan yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan kelompok yang mengonsumsi teh hitam.

Jangan Tambahkan Gula

Meski teh hijau memiliki keunggulan, manfaat tersebut dapat berkurang apabila minuman diberi tambahan gula, madu, atau pemanis lainnya.

Penelitian menunjukkan bahwa ketika teh dicampurkan ke dalam minuman manis, baik teh hijau maupun teh hitam tidak lagi memberikan perbedaan berarti terhadap respons gula darah.

Karena itu, teh sebaiknya dikonsumsi dalam kondisi tanpa gula agar manfaatnya tetap optimal.

Cara Mengonsumsi agar Lebih Efektif

Untuk membantu menjaga kadar gula darah, beberapa hal yang disarankan antara lain:

  • Minum 2–3 cangkir teh hijau setiap hari.
  • Konsumsi bersamaan atau dalam waktu sekitar 30 menit setelah makan, terutama makanan tinggi karbohidrat seperti nasi, roti, atau mi.
  • Hindari penambahan gula, madu, krimer, atau susu manis.
Teh Hitam Tetap Memiliki Manfaat

Walaupun tidak seefektif teh hijau dalam mengontrol gula darah, teh hitam tetap merupakan minuman sehat.

Teh hitam mengandung berbagai antioksidan hasil proses oksidasi yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, pembuluh darah, serta membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Berdasarkan berbagai penelitian, teh hijau lebih unggul dibandingkan teh hitam dalam membantu mengontrol kadar gula darah, baik saat puasa maupun setelah makan. Kandungan EGCG yang tetap terjaga menjadi faktor utama yang memberikan efek tersebut.

Meski demikian, kedua jenis teh tetap dapat menjadi pilihan minuman sehat bagi penderita diabetes maupun orang yang ingin menjaga kadar gula darah, selama dikonsumsi tanpa tambahan gula atau pemanis. (*)

Bagikan

RELATED NEWS