Terminal Arun Antar Indonesia Jadi Pasar Re-Ekspor LNG Terbesar Dunia

Pratiwi - Jumat, 24 Juli 2026 13:56 WIB
null

JAKARTA (sijori.id) – PT Perta Arun Gas (PAG), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), berkontribusi mengantarkan Indonesia menjadi pasar pemuatan re-ekspor LNG (Largest Re-Export Loading Market LNG) terbesar di dunia. Pencapaian tersebut tercatat dalam International Gas Union (IGU) World LNG Report 2026 yang dirilis pada awal Juli 2026.

Berdasarkan laporan tersebut, Indonesia menempati posisi pertama dunia dengan volume pemuatan LNG sebesar 0,85 juta ton atau menguasai 17,3 persen pangsa pasar global. Kontribusi utama berasal dari Terminal Arun di Lhokseumawe, Aceh, yang dikelola oleh PAG sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina.

Presiden Direktur PAG, Yan Syukharial, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil pengembangan bisnis LNG Hub yang kini menjadi salah satu tulang punggung usaha perusahaan.

"Terminal Arun merupakan Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia. Fasilitas ini telah berkembang menjadi pusat LNG Hub baru di kawasan Asia," ujar Yan.

Prestasi tersebut melanjutkan rekam jejak PAG di industri LNG global. Pada Agustus 2022, melalui lembaga riset energi IHS Markit, Terminal Arun juga dinobatkan sebagai terminal reloading LNG paling aktif di dunia.

Menurut Yan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan operasional terminal dengan menerapkan standar Health, Safety, Security and Environment (HSSE) secara konsisten.

Selain itu, lokasi strategis Terminal Arun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe memberikan keuntungan tersendiri karena berada dekat dengan jalur distribusi LNG menuju pasar Asia Tenggara dan Asia Selatan.

"PAG terus berkomitmen mendukung ketahanan energi nasional melalui pengelolaan infrastruktur LNG yang andal, aman, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar LNG global," katanya.

Kinerja Operasional PAG Terus Tumbuh

Sepanjang 2025, PAG mencatat 49 kegiatan operasional yang terdiri atas 27 kegiatan unloading, 11 reloading, serta 11 kegiatan Gassing Up and Cooling Down (GUCD).

Rinciannya meliputi:

  • Unloading mencapai 1.499.085,17 meter kubik dengan total energi 34.806.990 MMBTU.
  • Reloading sebesar 1.162.429,49 meter kubik atau setara 27.016.005 MMBTU.
  • GUCD mencapai 176.847,75 meter kubik dengan energi 4.107.643 MMBTU.

Dari sisi keuangan, PAG membukukan pendapatan sebesar USD105 juta sepanjang 2025 dengan laba bersih USD25,1 juta.

"Kinerja ini menunjukkan upaya perusahaan dalam menjaga pertumbuhan positif di tengah berbagai tantangan industri energi," ujar Yan.

Fokus Tingkatkan Keandalan Infrastruktur LNG

Ke depan, PAG akan terus memperkuat keandalan operasional Terminal Arun melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendorong inovasi berkelanjutan.

Menurut Yan, kombinasi infrastruktur strategis, status sebagai satu-satunya operator PLB LNG di Indonesia, serta dukungan sumber daya manusia yang profesional menjadi modal penting bagi PAG untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok LNG dunia.

"Kami akan terus meningkatkan keandalan kilang dan menghadirkan inovasi yang berkelanjutan untuk mendukung ketahanan energi nasional," tutup Yan. (*)

Editor: Pratiwi
Tags IGUBagikan

RELATED NEWS