The Godfather of Artificial Intelligence, Geoffrey Hinton, Sesalkan Ciptaannya

Pratiwi - Rabu, 03 Mei 2023 09:25 WIB
The Godfather of Artificial Intelligence, Geoffrey Hinton, Sesalkan Ciptaannya
null


CALIFORNIA (sijori.id) - The Godfather of Artificial Intelligence (AI), Geoffrey Hinton, baru-baru ini meninggalkan kariernya di Google setelah berkarya satu dekade. Setelah keluar dari pekerjaannya, Hinton mengatakan bahwa ia menyesali peran dasarnya dalam menciptakan teknologi kecerdasan buatan.

Kepergian Hinton dari perusahaan terjadi ketika banyak perusahaan berlomba untuk mengembangkan produk bertenaga AI generatif seperti Google's Bard chatbot dan OpenAI's ChatGPT.

Sebagaimana diketahui, Hinton banyak terlibat dalam pengembangan AI beberapa dekade lalu sehingga membantu membuka jalan bagi pembuatan sejumlah chatbot. Namun, ia sekarang malah khawatir teknologi tersebut dapat membahayakan umat manusia.

Hinton mengatakan dia khawatir produk AI generatif akan menyebabkan penyebaran informasi, foto, dan video palsu di internet. Celakanya, publik tidak akan dapat mengidentifikasi mana yang benar atau salah.

Hinton juga berbicara tentang bagaimana teknologi AI pada akhirnya dapat menghilangkan tenaga manusia, termasuk paralegal, penerjemah, dan asisten. Ini adalah kekhawatiran yang digaungkan oleh CEO OpenAI Sam Altman, dan kritikus teknologi AI lainnya.

"Saya terus menghibur diri dengan alasan normal. Jika saya tidak melakukannya, orang lain akan melakukannya. Sulit untuk melihat bagaimana Anda dapat mencegah aktor jahat menggunakannya untuk hal-hal buruk," ujar Hinton sebagaimana dikutip TrenAsia.com dari Insider, Selasa, 2 Mei 2023.

Hinton juga menyuarakan keprihatinan seputar perlombaan AI yang saat ini sedang berlangsung di antara raksasa teknologi dan mempertanyakan kapan perusahaan akan berhenti.

Meski khawatir akan pengembangan AI, Hinston mengatakan bahwa dalam mengembangkan kecerdasan buatan, Google telah bertindak sangat bertanggung jawab.

"Geoff telah membuat terobosan mendasar dalam AI, dan kami menghargai kontribusinya selama satu dekade di Google," kata Jeff Dean, kepala ilmuwan di Google, dalam sebuah pernyataan yang dikutip Insider.

Meski The Godfather of Artificial Intelligence (AI), Geoffrey Hinton tak mengkritik Google secara keseluruhan mengenai pengembangan kecerdasan buatan, sejumlah karyawan Google dilaporkan prihatin terhadap chatbot AI besutan perusahaannya.

Setelah karyawan Google ditugaskan untuk menguji Bard chatbot, beberapa karyawan mengatakan bahwa menurut mereka teknologi tersebut bisa berbahaya.

Sebagaimana dilansir Bloomberg, Karyawan mengatakan mereka mengira Google tidak memprioritaskan etika AI dan mencoba mengembangkan teknologi dengan cepat untuk mengejar ChatGPT OpenAI. Dua karyawan mencoba menghentikan perusahaan melepaskan Bard.

"Kami tetap berkomitmen pada pendekatan yang bertanggung jawab terhadap AI. Kami terus belajar untuk memahami risiko yang muncul sambil juga berinovasi dengan berani," kata Dean dalam sebuah pernyataan. (*)

Editor: Pratiwi

RELATED NEWS