Timex 1983 E-Line Tampil Segar
(sijori.id) - Hampir setahun sejak dirilis, Timex kembali memanaskan pasar jam tangan lewat penyegaran lini Automatic 1983 E-Line. Jam bergaya retro sport ini sebelumnya hadir dengan dial TV minimalis warna navy dan robin’s egg blue berfinishing glossy serta balutan baja brushed yang seragam.
Kini, menyambut musim semi, koleksi tersebut tampil lebih segar. Dua pilihan warna pastel dengan tekstur sunburst—ice blue dan faded pink—resmi meluncur. Efek radial brushing pada dial memberi kesan dinamis sekaligus mempertegas nuansa klasik 1980-an yang menjadi DNA jam ini.
Sebagai informasi, E-Line sendiri pertama kali hadir pada 1983. Pada akhir 2025, Timex sempat merilis edisi terbatas bernuansa emas dengan dial hijau dan tekstur sunburst. Respons pasar yang positif membuat tekstur ini kembali dipertahankan pada versi terbaru.
Case dan bracelet baja tetap mengusung desain asli. Indeks berbentuk stik runcing dengan chamfer, minute track model dash, serta jarum “toothpick” tetap dipertahankan. Di posisi pukul 12 tercetak logo Timex dan tulisan “automatic”, sementara simbol “water resistant” muncul di pukul 6—meski ketahanannya hanya 50 meter.
Jendela tanggal tetap berada di pukul 3 tanpa bingkai. Cakram tanggal berwarna putih dengan angka hitam menjaga keterbacaan.
Salah satu daya tarik utama jam ini adalah mesin otomatis Miyota Caliber 8215. Mesin tersebut dikenal tangguh dan andal di kelasnya. Dengan banderol USD 249 atau sekitar Rp3,9 juta (kurs Rp15.800 per USD), kombinasi mesin otomatis dan desain retro ini tergolong kompetitif di pasar jam tangan global.
Ukuran case 34 mm menjadi keunikan lain. Di tengah tren jam besar, diameter ini terasa klasik sekaligus proporsional. Terlebih, jarang ada jam otomatis modern dengan ukuran sekecil ini.
Desain TV dial yang berpadu case sedikit angular menghadirkan aura akhir 1970-an hingga awal 1980-an. Meski bukan integrated sports watch sejati, siluetnya menyerupai model tersebut berkat strap baja tapered 20 mm yang menyatu halus dengan case.
Bracelet-nya juga tak kalah menarik. Timex membekali jam ini dengan Perfect Fit stainless steel expansion band—model gelang elastis khas era 1980-an. Terdiri dari dua lapisan link datar dengan sambungan fleksibel, gelang ini bisa meregang dan menyesuaikan pergelangan tangan. Meski kadang “galak” pada rambut tangan, desain ini justru menjadi daya tarik nostalgia tersendiri.
Bagi yang kurang menyukai expansion band, bracelet dapat dilepas mudah berkat quick-release spring bars.
Saat ini, varian sunburst Ice Blue dan Light Pink sudah tersedia. Sementara versi dial baja brushed dan edisi emas dial hijau telah habis terjual. Adapun pilihan navy blue dan robin’s egg blue masih bisa didapatkan.
Dengan harga di kisaran Rp3,9 jutaan, Automatic 1983 E-Line layak disebut sebagai salah satu penawaran paling menarik di kelas jam otomatis bergaya retro. (*)
