Tingkat Kematian Pasien Covid-19 di Batam masih Mengkhawatirkan

Pratiwi - Jumat, 13 Agustus 2021 07:10 WIB

Petugas Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman mengenakan perlengkapan APD menyiapkan liang kubur blok khusus kasus COVID-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU} Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (26/4/2019). Untuk meminimalisir resiko dari banyaknya jumlah jenazah pasien COVID-19 yang dimakamkan setiap harinya, proses pemakaman berlangsung cepat dengan waktu paling lama sekitar 10 menit. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tren pemakaman yang menggunakan prosedur tetap (protap) COVID-19 cenderung menurun. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

undefined

BATAM (sijori.id) - Kasus kematian akibat Covid-19 di Batam, meningkat. Gugus Tugas Batam mencatat, tingkat kematian mencapai 2,9 persen. Jumlah kematian tertinggi tercatat Rabu (11/8/2021) lalu, sebanyak 22 orang dalam sehari.

Ketua IDI Kepri, dr Rusdani mengatakan persentase ini cukup mengkhawatirkan.

"Termasuk tinggi, melampui standar yang dibolehkan oleh WHO, 2,5 persen," kata Rusdani, Kamis (12/8/2021).

Rusdani mengatakan berdasarkan pantauannya dan penyampaian dari para dokter, BOR (Bed Occupancy Rate) sudah melandai. Sehingga tentunya setiap pasien yang datang ke rumah sakit, dapat teratasi dengan baik. Tanpa ada antrian lagi seperti beberapa waktu sebelumnya.

Tags covid 19Bagikan

RELATED NEWS