Tingkat Kematian Pasien Covid-19 di Batam masih Mengkhawatirkan
Petugas Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman mengenakan perlengkapan APD menyiapkan liang kubur blok khusus kasus COVID-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU} Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (26/4/2019). Untuk meminimalisir resiko dari banyaknya jumlah jenazah pasien COVID-19 yang dimakamkan setiap harinya, proses pemakaman berlangsung cepat dengan waktu paling lama sekitar 10 menit. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tren pemakaman yang menggunakan prosedur tetap (protap) COVID-19 cenderung menurun. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
undefinedBATAM (sijori.id) - Kasus kematian akibat Covid-19 di Batam, meningkat. Gugus Tugas Batam mencatat, tingkat kematian mencapai 2,9 persen. Jumlah kematian tertinggi tercatat Rabu (11/8/2021) lalu, sebanyak 22 orang dalam sehari.
Ketua IDI Kepri, dr Rusdani mengatakan persentase ini cukup mengkhawatirkan.
"Termasuk tinggi, melampui standar yang dibolehkan oleh WHO, 2,5 persen," kata Rusdani, Kamis (12/8/2021).
Rusdani mengatakan berdasarkan pantauannya dan penyampaian dari para dokter, BOR (Bed Occupancy Rate) sudah melandai. Sehingga tentunya setiap pasien yang datang ke rumah sakit, dapat teratasi dengan baik. Tanpa ada antrian lagi seperti beberapa waktu sebelumnya.
