Turki Mulai Bangun Kapal Induk 300 Meter, 39 Kapal Perang Dikerjakan Bersamaan

Pratiwi - Selasa, 23 Desember 2025 19:57 WIB
ilustrasi

TURKI (sijori.id) - Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan bersama jajaran pimpinan Angkatan Laut mengonfirmasi dimulainya pembangunan kapal induk nasional sepanjang 300 meter. Dalam kesempatan yang sama, Erdoğan mengungkapkan bahwa galangan kapal di Turki saat ini sedang mengerjakan 39 unit kapal perang secara bersamaan.

Informasi tersebut disampaikan pada 20 Desember 2025, ketika Erdoğan dan Panglima Angkatan Laut Turki memaparkan peta jalan pengembangan armada laut nasional. Program tersebut mencakup pembangunan kapal induk, kapal perusak, kapal selam, hingga kapal patroli.

Menurut Erdoğan, kapal induk baru ini akan memiliki dimensi lebih besar dibandingkan TCG Anadolu, kapal serbu amfibi yang saat ini menjadi andalan Angkatan Laut Turki. Proyek tersebut secara resmi memasuki tahap konstruksi setelah prosesi pemotongan baja kapal induk MUGEM (Milli Uçak Gemisi) digelar pada Januari 2025. Sejak saat itu, desain kapal mengalami sejumlah penyesuaian signifikan.

Pada tahap awal, kapal induk ini dirancang memiliki panjang 285 meter dengan bobot sekitar 65.000 ton. Namun, desainnya kemudian diperluas menjadi 300 meter. Ukuran tersebut menjadikannya lebih panjang dari kapal induk Prancis Charles de Gaulle dan bahkan melampaui kapal induk kelas Queen Elizabeth milik Inggris.

Dengan dimensi tersebut, kapal induk Turki mendekati ukuran kapal induk bertenaga nuklir milik Amerika Serikat. Sebagai perbandingan, USS Gerald R. Ford memiliki panjang 337 meter dengan bobot sekitar 100.000 ton. Proyek MUGEM dikembangkan Turki bekerja sama dengan perusahaan galangan kapal asal Spanyol, Navantia.

Meski rincian teknis belum dipublikasikan, pengumuman ini menandai peralihan resmi proyek kapal induk dari tahap konsep menuju fase pembangunan aktif. Proyek ini berjalan seiring dengan sejumlah program strategis lain, termasuk kapal perusak nasional TF-2000 serta kapal selam buatan dalam negeri pertama Turki, ATILAY.

Selain kapal tempur utama, Turki juga mengembangkan kapal permukaan berukuran lebih kecil, seperti 10 kapal patroli lepas pantai kelas Hisar. Satu unit telah diserahkan kepada angkatan laut, empat lainnya sedang dibangun, dan empat kapal tambahan mulai dikerjakan per 20 Desember 2025.

Di sektor industri pertahanan, Erdoğan menyebut Turki kini berada di peringkat ke-11 dunia dalam ekspor alutsista, dengan nilai penjualan melampaui USD 8,6 miliar. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi USD 11 miliar pada 2028. (*)

Editor: Pratiwi

RELATED NEWS