Udang Pistol, Predator Kecil dengan Dentuman Mematikan
(sijori.id) - Udang pistol bukanlah hewan laut biasa. Meski tubuhnya hanya sekitar lima sentimeter, bunyi yang dihasilkannya menjadikannya salah satu makhluk paling bising di Bumi. Setiap kali udang ini menjentikkan capit khasnya, suara yang tercipta dapat mencapai hingga 218 desibel—melampaui suara tembakan senjata api maupun mesin jet.
Capit udang pistol bekerja seperti pelatuk. Ketika ditutup dengan sangat cepat, capit tersebut menembakkan aliran air yang membentuk gelembung tekanan tinggi. Gelembung ini kemudian runtuh dalam proses yang disebut kavitasi, menghasilkan gelombang kejut, cahaya singkat, dan lonjakan suhu ekstrem.
Para ilmuwan mencatat, suhu di dalam gelembung kavitasi itu dapat mencapai sekitar 4.800 derajat Celsius, mendekati panas permukaan Matahari. Kombinasi suara dan gelombang kejut tersebut cukup kuat untuk melumpuhkan bahkan membunuh mangsa kecil seperti ikan, kepiting, atau udang lain.
Udang pistol juga dikenal mampu meregenerasi capitnya. Jika capit utama yang berfungsi sebagai “senjata” hilang, capit yang lebih kecil akan tumbuh membesar dan mengambil alih fungsi tersebut. Capit yang hilang kemudian tumbuh kembali dalam ukuran lebih kecil.
Beberapa spesies udang pistol bahkan memanfaatkan kekuatan capitnya untuk memahat batu karang dan membuat liang sebagai tempat tinggal. Bunyi jentikan mereka kerap terdengar seperti suara minyak mendesis di dalam air dan dapat mengganggu sistem sonar. Pada Perang Dunia II, suara koloni udang pistol dilaporkan sempat mengacaukan komunikasi sonar kapal selam.
Meski memiliki senjata alami yang luar biasa, udang pistol bukan ancaman bagi manusia. Gelombang kejut dan panas yang dihasilkannya terlalu kecil untuk melukai manusia, meskipun cukup mematikan bagi mangsanya.
Menariknya, udang pistol sering menjalin hubungan simbiosis dengan ikan goby. Karena penglihatannya lemah, udang ini mengandalkan goby sebagai “penjaga”. Sebagai imbalannya, goby mendapat perlindungan dan tempat tinggal di liang yang digali udang pistol.
Keunikan tersebut menjadikan udang pistol sebagai salah satu predator dengan evolusi paling tidak biasa di alam, sekaligus pengingat bahwa kekuatan tidak selalu ditentukan oleh ukuran. (*)
