UMKM Ini Naik Kelas lewat LinkUMKM Olah Wastra Nusantara Jadi Modern
JAKARTA – Perkembangan tren fesyen yang cepat menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya mengikuti gaya, tetapi juga menjaga nilai budaya. Menjawab hal ini, KainIndonesia.co mengolah wastra Nusantara menjadi pakaian modern yang tetap relevan dengan gaya hidup saat ini.
Dikembangkan oleh perempuan asal Jakarta Timur, KainIndonesia.co menjadikan kain tradisional sebagai fondasi utama produknya. Didirikan pada tahun 2021, usaha ini berangkat dari kepedulian terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan wastra Indonesia agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Berbagai wastra seperti batik, tenun, lurik, hingga endek diolah menjadi busana modern, fashionable, dan nyaman, tanpa meninggalkan karakter khasnya. Mengusung konsep “From Office to Hangout”, KainIndonesia.co menghadirkan model seperti outer dan blouse sebagai produk unggulan, dengan pilihan ukuran lengkap hingga big size serta opsi custom dan konversi ukuran internasional.
Pemilik KainIndonesia.co Shinta Paramarti menuturkan bahwa dirinya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI saat mengikuti acara BRI Incubator.
BACA JUGA: BRI Masuk Global 500 2026, Ungguli Semua Brand di Indonesia
"BRI merupakan bank dengan nama besar yang sangat baik. Komitmen tersebut tercermin dari jaringan kantor cabang dan ATM yang tersebar hingga ke daerah-daerah terpencil, sehingga membuat saya yakin bahwa program BRI juga akan memberikan manfaat yang besar. Dan memang benar, di dalam LinkUMKM terdapat berbagai fitur yang membantu UMKM untuk terus berkembang, seperti modul, konsultasi dengan pakar UMKM, serta berbagai event yang diselenggarakan setiap minggunya," ungkapnya.
Seiring berkembangnya usaha, KainIndonesia.co memasarkan produknya melalui berbagai kanal, mulai dari offline, marketplace, hingga social commerce, dengan jangkauan pasar dari lokal hingga ekspor. Melalui LinkUMKM, KainIndonesia.co memperoleh akses pembelajaran untuk memperkuat pengelolaan bisnis sekaligus memperluas jaringan usaha. Dalam operasionalnya, usaha ini juga memanfaatkan QRIS dan tabungan BRI untuk mendukung transaksi dan pengelolaan keuangan, serta mengalokasikan sebagian hasil usaha untuk investasi.
Shinta menambahkan bahwa pengembangan usaha akan terus difokuskan pada penguatan identitas berbasis wastra sekaligus memperluas penerimaan pasar terhadap busana bernuansa budaya.
"Kami ingin terus menjadi jembatan antara tradisi dan gaya hidup modern, menjaga warisan, menghidupkan cerita, dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi banyak orang serta membawa Wastra Indonesia agar semakin relevan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di pasar global," ujarnya.
Hingga akhir Maret 2026, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 15,57 juta UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, mulai dari peningkatan kapasitas, perluasan pasar, hingga percepatan proses naik kelas. LinkUMKM menghadirkan 6 fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, Media, Komunitas, Etalase Digital, Coaching Clinic, dan layanan lainnya salah satunya registrasi NIB, serta didukung lebih dari 840 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku usaha.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa pengembangan usaha seperti KainIndonesia.co menunjukkan kemampuan pelaku UMKM dalam memadukan kekayaan budaya dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
“KainIndonesia.co menunjukkan bagaimana pelaku usaha dapat mengolah kekayaan wastra Nusantara menjadi produk yang bernilai tambah dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui LinkUMKM, BRI mendorong pelaku usaha, termasuk perempuan, untuk terus mengembangkan kapasitas bisnisnya agar lebih adaptif dan berkelanjutan. Ke depan, BRI akan terus memperkuat peran pendampingan agar semakin banyak UMKM yang mampu tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian,” pungkasnya.
Tulisan ini telah tayang di jogjaaja.com oleh Redaksi pada 09 Apr 2026
