Yang Diamati Pramugari Saat Penumpang Naik Pesawat

Pratiwi - Sabtu, 27 Desember 2025 23:55 WIB
null

(sijori.id) - Saat penumpang mulai memasuki kabin pesawat, pramugari menyambut dengan senyum, memeriksa boarding pass, lalu menunjukkan arah kursi. Namun, di balik sapaan singkat itu, ada proses penting yang kerap luput disadari penumpang. Dalam hitungan detik, awak kabin mengamati setiap penumpang untuk memastikan penerbangan berlangsung aman.

Sejak proses boarding, pramugari tidak hanya membantu menyimpan bagasi atau mengarahkan tempat duduk. Mereka melakukan penilaian cepat terhadap penumpang demi keselamatan dan keamanan penerbangan. Setiap gestur, ekspresi, hingga cara berjalan menjadi perhatian.

Mendeteksi Penumpang Berpotensi Bermasalah

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus penumpang bertindak agresif atau tidak tertib semakin sering terjadi. Karena itu, pramugari akan langsung mencermati siapa pun yang terlihat emosional, mabuk, atau mudah tersulut emosi. Penumpang yang sudah bersikap agresif saat pesawat masih di darat bisa langsung diturunkan demi mencegah masalah lebih besar di udara.

Tujuannya jelas: menghentikan potensi gangguan sebelum lepas landas. Jika insiden terjadi di udara, risikonya jauh lebih besar—mulai dari cedera hingga pengalihan rute penerbangan.

Data menunjukkan, pada 2024 saja, maskapai di Amerika Serikat melaporkan lebih dari 2.100 kasus penumpang tidak tertib. Di Eropa, angkanya juga meningkat signifikan. Otoritas penerbangan kini tak segan menjatuhkan denda besar hingga puluhan ribu dolar, bahkan melarang pelaku terbang kembali.

Penumpang yang Butuh Perhatian Khusus

Selain mengantisipasi gangguan, pramugari juga memperhatikan penumpang yang memerlukan bantuan ekstra. Lansia, pengguna kursi roda, penumpang dengan keterbatasan fisik, serta orang tua yang membawa bayi menjadi prioritas jika terjadi kondisi darurat, termasuk evakuasi.

Tanda-tanda gangguan kesehatan juga menjadi sorotan. Meski terlatih menangani keadaan medis, awak kabin tentu berharap tidak ada insiden di udara. Penumpang yang terlihat cemas atau takut terbang pun akan diperhatikan lebih dekat dan bisa ditempatkan di area kabin yang lebih stabil.

Mencari Penumpang yang Bisa Membantu Saat Darurat

Saat boarding, pramugari juga diam-diam mengidentifikasi penumpang berbadan sehat yang dapat membantu jika terjadi keadaan darurat. Mereka biasanya duduk di dekat pintu darurat dan harus siap mengikuti instruksi awak kabin.

Tak semua orang boleh duduk di baris pintu darurat. Penumpang harus memenuhi syarat fisik, memahami instruksi, dan bersedia membantu. Jika menolak, pramugari akan memindahkan tempat duduknya.

Daftar penumpang juga memberi petunjuk tambahan. Dokter, pilot, atau pramugari yang sedang tidak bertugas biasanya ditandai, karena keahlian mereka bisa sangat dibutuhkan dalam situasi tertentu.

Dari Pakaian hingga Sikap

Penampilan penumpang pun tak luput dari pengamatan. Sepatu hak tinggi, benda tajam, atau alas kaki yang dilepas bisa menjadi risiko saat evakuasi. Pakaian berbahan mudah terbakar juga menjadi perhatian, terutama saat lepas landas dan mendarat.

Busana yang dianggap tidak pantas atau mengandung pesan ofensif dapat diminta untuk ditutup. Selain soal keselamatan, ini juga demi kenyamanan bersama.

Sebaliknya, bersikap sopan dan kooperatif bisa memberi keuntungan tersendiri. Penumpang yang ramah dan menghargai awak kabin sering kali mendapatkan pelayanan lebih baik—bahkan peluang peningkatan kelas jika kondisi memungkinkan.

Keselamatan Nomor Satu

Pramugari dilatih untuk peka terhadap berbagai situasi, termasuk indikasi penyelundupan narkoba atau perdagangan manusia. Jika menemukan sesuatu yang mencurigakan, laporan segera disampaikan kepada kapten untuk ditindaklanjuti setibanya di bandara tujuan.

Pada akhirnya, tugas utama awak kabin bukan sekadar pelayanan, melainkan menjaga keselamatan penerbangan. Dalam beberapa detik saat menyapa penumpang di pintu pesawat, pramugari sudah menilai potensi risiko dan kesiapan penumpang menghadapi situasi darurat.

Tanpa disadari, proses menjaga keselamatan itu sudah dimulai bahkan sebelum pesawat meninggalkan landasan. (*)

Editor: Pratiwi

RELATED NEWS