Akselerasi Transaksi Digital di Indonesia 4 Tahun lebih Cepat

Jumat, 26 Februari 2021 04:42 WIB

Penulis:Pratiwi

Nasabah mendaftar di mesin customer service digital di gerai BCA Mal Gandaria City, Jakarta Selatan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
Nasabah mendaftar di mesin customer service digital di gerai BCA Mal Gandaria City, Jakarta Selatan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia undefined

JAKARTA (sijori.id) – Hasil riset dari Visa Consumer Payment Attitudes menemukan data bahwa COVID-19 mengakselerasi masyarakat nontunai di Indonesia menjadi 2026, empat tahun lebih awal dari estimasi sebelumnya yakni 2030.

“Pandemi membuat keamanan pribadi dan higiene pembayaran menjadi prioritas utama yang telah mendorong banyak konsumen Indonesia untuk beralih ke pembayaran nontunai dan mempertimbangkan pembayaran nirsentuh,” kata Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia dalam keterangan resmi, Kamis, 25 Februari 2021.

Dengan kekhawatiran yang tinggi akan keamanan tersebut, 6 dari 10 konsumen Indonesia membawa lebih sedikit uang tunai, di mana jumlah ini merupakan yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Pembayaran nirsentuh juga diminati oleh banyak orang dan dianggap sebagai penyebab utama terjadinya penurunan pembayaran tunai. Terlepas dari fakta banyaknya konsumen mengurangi intensitas belanja tatap muka.

“Studi kami menyoroti bagaimana keamanan pribadi dan digital-first commerce akan tetap menjadi tren bahkan setelah pandemi COVID-19 berakhir, di mana masyarakat akan menggunakan lebih sedikit uang tunai dan lebih sering berbelanja online di marketplace besar,” tambah Riko.

Untuk itu, Riko mengatakan Visa berkomitmen untuk mendukung sektor pembayaran yang semakin lancar, aman, dan terjaga di Indonesia. Sebab, kondisi tersebut merupakan sebuah fondasi inklusi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih besar. (*)