Bali Tetap Bisa

Jumat, 30 Oktober 2020 21:12 WIB

Penulis:Pratiwi

 I Putu Astawa, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi  Bali (tengah) saat penyerahan sertifikat 27 Oktober 2020, lalu.
I Putu Astawa, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali (tengah) saat penyerahan sertifikat 27 Oktober 2020, lalu. undefined

BALI (sijori.id) - Sejak Maret hingga Juli 2020, Bali tercatat mengalami kerugian ekonomi senilai 48,6 triliun rupiah, di  mana  kerugian  ini  merupakan  yang  terbesar bahkan jika  dibandingkan  dengan akibat krisis ekonomi 1998 atau aksi terorisme di 2002.

Sementara pada 2019, kontribusi devisa pariwisata Bali  mencapai  75  triliun rupiah,  atau  sekitar  28,9%  dari  total  devisa  nasional.

Pandemiyang sedang melanda  seluruh  dunia,  termasuk  Indonesia, membuat pemerintah harus membatasi kegiatan sosial di berbagai wilayah di Indonesia sebagai upaya   pencegahanpenyebaran   virus   COVID-19.

Sebagai kontributor   terbesar   di   sektor pariwisata  Indonesia, Bali merupakan salah  satu daerah  yang  sangat  terdampak. Untuk mempersiapkan pemulihan kondisi  ekonomi  Bali,  Bir  Bintang  hadir  memberi  dukungan  penuh kepada Pemerintah Provinsi Bali dalam pengembangan sistem untuk menciptakan pengalaman wisata yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawandi Bali

Oleh  karena  itu, sebagai bagian dari upaya membangkitkan kembali ekonomi Bali, melalui Dinas Pariwisata Bali, pemerintah menerbitkan standar protokol tatanan normal baru untuk dapat dilakukan oleh seluruh lapisan usaha pariwisata di Bali.

Mendukung inisiatif ini,Bir Bintang hadir untukmembantu dan mendampingi gerai-gerai mitra di Bali dalam menjalani proses sertifikasi protokol dari Dinas Pariwisata Bali tersebut.

Bir Bintang secara aktif menjalin koordinasi dengan Dinas Pariwisata Bali untuk membantu lebih dari 50 outlet di  Bali dengan memberikan pelatihan protokol Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan,  dan Kelestarian Lingkungan (Cleanliness, Health, Safety & Environmental Sustainability –CHSE) dan memandu mereka  dalam melengkapi  seluruh  kebutuhan  yang diperlukan untuk  mendapatkan sertifikasi tersebut.

Bir Bintang juga menyediakan microsite yang berisi daftar tujuan wisata yang sudah tersertifikasi oleh Dinas Pariwisata Bali, sehingga memudahkan para wisatawan untuk mencari tujuan wisata yang menerapkan protokol kesehatan yang  baik.  Platform  ini sekaligus  menyediakan  fungsi contact tracing mandiri sehingga dapat membantu Pemerintah Bali untuk melakukan pencegahan penyebaran  COVID-19. Para  wisatawan  sudah  bisa  mengakses  platform  ini  mulai November 2020 dengan mengunjungi www.tetapbisa.id.

“Selama puluhan tahun, Bir Bintang telah tumbuh dan berkembang bersama Bali, dan kami ingin memberikan kontribusi nyata dan mendukung Pemerintah Bali dalam persiapan menghidupkan kembali pariwisata Bali,” ucap Jessica  Setiawan, Head  of  Marketing Multi  Bintang  Indonesia.

“Kami berharap ini  dapat membantu gerai-gerai mitra  kami  di  Bali  agar siap menerima  para wisatawan,” tambahnya.

Sementara itu, Dinas Pariwisata Bali mengundang seluruh lapisan usaha pariwisata di Bali untuk turut serta mendukung pelaksanaan inisiatif tersebut.

“Kami mengapresiasi upaya yang dilakukan Bir Bintang dalam mengakselerasi proses penerapan standar protokol tatanan kehidupan era barudi Bali,” ujar I Putu Astawa, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi  Bali.  

“Kami  berharap perusahaan  lain  dapat  mengikuti  langkah-langkah yang  telah dilakukan Bir Bintang dalam membantu Bali agar dapat segera bangkit kembali,” tutupnya.

Pendampingan dan  pelatihan ini  merupakan pilot  project atau  percobaan  awal.  Dalam  upaya pemulihan pariwisata Bali ini, Bir Bintang berencana untuk menjangkau lebih banyak lagi gerai mitra  yang  tersebar  di  seluruh  Bali untuk  mempersiapkan  Bali  menyambut  kembali  para wisatawan saat pemerintah membuka kembali industri pariwisata di Bali. (*)