Bandara Changi Buka Gerbang Satelit Baru, Tak Perlu Lagi Jalan di Apron

Senin, 13 Juli 2026 17:32 WIB

Penulis:Pratiwi

satelit.jpg
Fasilitas satellite gate baru di Bandara Changi memungkinkan penumpang naik dan turun pesawat yang parkir di remote stand melalui jalur tertutup dan berpendingin udara. Foto: Changi Airport Group.

SINGAPURA (sijori.id) – Bandara Changi akan mulai mengoperasikan gerbang satelit (satellite gate) baru pada Agustus 2026 untuk meningkatkan kenyamanan penumpang yang menggunakan pesawat di area parkir jarak jauh (remote stand).

Fasilitas dua lantai ini memungkinkan penumpang naik dan turun pesawat melalui jalur tertutup dan berpendingin udara, sehingga tidak lagi harus berjalan di apron sebelum menaiki bus menuju terminal.

Bangunan seluas lapangan tenis tersebut dilengkapi jalur landai sepanjang 60 meter yang terhubung ke dua garbarata (aerobridge). Desain ini memudahkan akses bagi pengguna kursi roda, lansia, keluarga yang membawa kereta bayi, maupun penumpang dengan bagasi kabin.

Hampir seluruh jenis pesawat komersial dapat menggunakan fasilitas ini, kecuali Airbus A380 dan Boeing 747 yang berukuran paling besar. Meski demikian, penumpang tetap akan menggunakan bus selama sekitar lima hingga tujuh menit untuk menuju terminal utama.

Selain meningkatkan kenyamanan, gerbang satelit baru ini juga membuat operasional lebih efisien. Jika sebelumnya pesawat berbadan lebar yang parkir di remote stand membutuhkan enam petugas untuk proses boarding, kini cukup tiga petugas, terdiri dari dua operator garbarata dan satu personel keamanan.

Bandara Changi juga menerapkan konsep ramah lingkungan. Listrik untuk fasilitas ini berasal dari panel surya di atap yang terhubung dengan sistem penyimpanan baterai mandiri. Pendingin udara hanya akan aktif saat ada jadwal penerbangan sehingga konsumsi energi lebih efisien.

Pada tahap awal, gerbang satelit akan melayani penerbangan tertentu, terutama pesawat dengan jumlah penumpang lebih banyak. Changi Airport Group akan mengevaluasi operasionalnya sebelum mempertimbangkan pembangunan fasilitas serupa di masa depan.

Saat ini sekitar 98 persen penerbangan di Bandara Changi menggunakan 111 contact stand yang langsung terhubung ke garbarata. Sisanya, sekitar 20 penerbangan per hari atau 2 persen, masih menggunakan 78 remote stand.

Menurut Changi Airport Group, fasilitas baru ini akan membantu meningkatkan fleksibilitas operasional bandara sekaligus mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang menjelang beroperasinya Terminal 5 pada pertengahan dekade 2030-an. (*)