Begini Cara Pesawat Bisa Terbang di Langit

Senin, 16 Februari 2026 18:50 WIB

Penulis:Pratiwi

pesawat.jpg

(sijori.id) - Pernah terpikir bagaimana pesawat terbang bisa melayang di udara? Padahal, mesin raksasa berbahan logam itu memiliki bobot hingga ratusan ton. Jawabannya bukan sekadar karena mesin yang kuat, melainkan perpaduan ilmu fisika dan desain sayap yang sangat presisi.

Kunci utama ada pada sayap pesawat. Bentuk sayap tidak datar, melainkan melengkung di bagian atas dan lebih rata di bagian bawah. Saat pesawat bergerak maju, aliran udara di atas sayap bergerak lebih cepat dibanding bagian bawah. Udara yang lebih cepat menciptakan tekanan lebih rendah, sementara udara di bawah menghasilkan tekanan lebih tinggi. Perbedaan tekanan inilah yang menimbulkan gaya angkat atau lift, sehingga pesawat terdorong naik.

Namun gaya angkat saja tidak cukup. Sayap juga mendorong udara ke bawah. Sesuai hukum ketiga Newton, setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang sama besar namun berlawanan arah. Ketika udara ditekan ke bawah, pesawat mendapatkan dorongan ke atas.

Peran mesin pesawat juga tidak kalah penting. Mesin menghasilkan dorongan dengan memaksa udara bergerak ke belakang. Reaksinya, pesawat terdorong ke depan. Gaya ini disebut thrust. Semakin tinggi kecepatan pesawat, semakin besar aliran udara yang melewati sayap dan semakin kuat gaya angkat yang terbentuk.

Inilah alasan pesawat membutuhkan landasan pacu. Bukan untuk melompat, melainkan untuk memperoleh kecepatan yang cukup. Saat gaya angkat sudah lebih besar dibanding gaya gravitasi, pesawat pun lepas landas.

Menariknya, pesawat justru lebih efisien terbang di ketinggian. Di atas, udara lebih tipis sehingga hambatan udara berkurang. Kondisi ini membuat pesawat dapat melaju lebih stabil dan hemat energi.

Pada akhirnya, penerbangan merupakan hasil keseimbangan empat gaya utama: gaya angkat, gravitasi, dorongan mesin, dan hambatan udara. Perpaduan itulah yang menjadikan pesawat sebagai salah satu pencapaian rekayasa teknik paling luar biasa dalam sejarah manusia. (*)