Sabtu, 20 Desember 2025 23:38 WIB
Penulis:Pratiwi

TEXAS (sijori.id) - Amerika Serikat menjadi saksi momen penting bagi kekuatan udara Eropa. Finlandia bersama Lockheed Martin resmi menggulirkan pesawat tempur siluman pertama F-35A Lightning II milik Angkatan Udara Finlandia. Prosesi rollout digelar di fasilitas produksi Lockheed Martin, Fort Worth, Texas.
Acara yang berlangsung di sekitar Fort Worth Alliance Airport itu dihadiri para pejabat tinggi politik dan militer Finlandia serta Amerika Serikat. Rollout ini menandai debut resmi F-35A yang akan memperkuat armada tempur Finlandia, sekaligus menjadi langkah krusial dalam proyek pengadaan pertahanan terbesar sepanjang sejarah negara tersebut.
Pengadaan F-35A menjadi fondasi transformasi jangka panjang kemampuan tempur udara Finlandia. Jet generasi kelima ini diproyeksikan menggantikan armada pesawat tempur lama, dengan keunggulan daya bertahan tinggi, fusi sensor canggih, serta kemampuan operasi jaringan yang dirancang khusus untuk kondisi Eropa Utara.
Pejabat pertahanan Finlandia menegaskan, F-35A selaras dengan kebutuhan nasional dalam memperkuat daya tangkal dan operasi gabungan. Platform ini dirancang terintegrasi dengan matra lain di Angkatan Bersenjata Finlandia, mulai dari darat, laut, udara, hingga ruang angkasa dan siber.
Angkatan Udara Finlandia menargetkan mulai mengoperasikan F-35 pada 2026, diawali dengan kedatangan pesawat pertama untuk kebutuhan pelatihan dan pengenalan sistem. Kapabilitas operasional penuh akan dicapai secara bertahap seiring pengiriman unit tambahan dan rampungnya pelatihan personel.
Perkuat Posisi NATO
Masuknya F-35A juga memperkokoh posisi Finlandia di sayap utara NATO. Pesawat ini telah dioperasikan banyak negara sekutu, memungkinkan kesamaan taktik, logistik, serta pertukaran data misi lintas negara.
Hingga kini, 20 negara sekutu—13 di antaranya di Eropa—memilih F-35 sebagai tulang punggung kekuatan udara mereka. Armada Finlandia akan meningkatkan interoperabilitas dengan negara-negara tetangga, baik dalam latihan bersama maupun operasi nyata.
Kemampuan F-35 dalam mengumpulkan, mengolah, dan membagikan informasi dinilai akan meningkatkan kesadaran situasional. Fitur ini penting untuk mendukung pertahanan nasional sekaligus komitmen keamanan kolektif di dalam aliansi.
Industri Lokal Ikut Terlibat
Keterlibatan industri Finlandia juga kian menguat. Lebih dari 30 perusahaan dan institusi akademik Finlandia terlibat dalam rantai pasok global F-35 melalui skema partisipasi industri.
Kerja sama tersebut mencakup manufaktur canggih, pemeliharaan, hingga alih teknologi. Lockheed Martin menempatkan perusahaan Finlandia sebagai mitra jangka panjang dalam ekosistem global F-35, sekaligus mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi.
Secara global, program F-35 melibatkan lebih dari 1.900 pemasok. Saat ini, lebih dari 1.270 unit F-35 telah beroperasi di seluruh dunia dan mencatatkan lebih dari satu juta jam terbang di 50 pangkalan. (*)
Bagikan