Gradana Ikuti ShelterTech Asia Tenggara2020

Minggu, 06 Desember 2020 21:23 WIB

Penulis:Pratiwi

Gradana
Gradana undefined

JAKARTA (sijori.id) - Startup platform  p2p  lending pembiayaan  properti Gradana diumumkan berhasil masuk sebagai salah satu finalisyang terpilih pada ajang program ShelterTech Asia Tenggara 2020 yang diselenggarakan oleh Habitat for Humanity bersama Villgro Philippines pada tanggal 02 Desember 2020.

Gradana terpilih dari  lebih 100 perusahaan startup yang mendaftakan diri berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara setelah melalui seleksi penjurian ketat.

Sebagai salah satu perusahaan startup terpilih  dari  Indonesia dan  satu-satunya  perusahaan Fintech dari 10 startup yang berhasil  masuk ke tahap Innovation  Accelerator, Gradana berkomitmen untuk memberikan inovasi-inovasi global yang diharapkan dapat menjadi solusi  untuk  meningkatkan  taraf  hidup  bagi masyarakat berpenghasilan  rendah di seluruh   Asia   Tenggara,   sesuai   dengan   misi   dari   program Sheltertech yang diselenggarakan oleh Habitat for Humanity itu sendiri .

Selain di Asia Tenggara, program ini sudah diadakan di beberapa negara lain seperti di Kenya, Meksiko  dan  India,  yang dukung  oleh Habitat’s  Terwilliger  Center  for Innovation  in  Shelter dan  para  rekanannya.

ShelterTechmemiliki  misi  untuk dapat memberikan   akses   bagi   para   perusahan startup dengan   para   pemangku kepentingan lain yang tergabung dalam ekosistem serta memiliki passion yang sama dalam  menyediakan  solusi  bagi  kebutuhan  tempat  tinggal  yang  terjangkau  seperti investor,  pemerintah,  lembaga  keuangan,  perusahaan-perusahaan  serta  tenaga  ahli sebagai mentor.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2019 menyebutkan bahwa 43,49 % keluarga di Indonesia tidak memiliki  akses untuk memiliki hunian  yang  layak,dan  menurut Kementrian  PUPR sejumlah 13.5  juta  keluarga  belum  memiliki hunian.

Hal  tersebut disebabkan   oleh   pertumbuhan populasi yang tidak sejalan   dengan kemampuan masyarakat untuk  mendapatkan  hunian.

Ketidakmampuan tersebut  menyebabkan terjadinya backlog yang  cukup  besar dimana  terdapat 13,5  juta  unit hunian,  namun kurang dari 25% dari total populasi yang mampu membelinya.

Kesenjanganini terjadi karena kurangnya akses finansial yang memadai, terlebih hampir 60% masyarakat Indonesia bekerja pada sektor  informal.  Padahal setiap  tahunnya kebutuhan akan hunian yang layak terus bertambah sebanyak 800 ribu unit.

Gradana percaya  semua  orang berhak  mendapatkan  akses untuk  hunian yang  layak, disinilah Gradana  hadir menjembatani  kesejangan  tersebut, dimana Gradana  dapat  menjadi alternatif pendanaan bagi   masyarakat   Indonesia   untuk   memiliki   hunian   layak.

“Gradana telah berhasil menjawab tantangan industri properti dengan menghadirkan alternatif  pembiayaan  properti dimana  Gradana  menjembati  kebutuhan  pembiayaan ini   dengan   menggandeng   masyarakat   dan   lembaga   keuangan   lainnya   dengan bergabung  sebagai  pendana  dan  memberikan  pembiayaan  dengan  metode  P2P lending," ujar Co-Founder Gradana Angela Oetama.

Saat  ini  Gradana  telah  memiliki  beberapa  produk,  di  antaranya  GraDP, Grastrata, GraSewa, GraRenov dan Grakarya.

Semuanya dikembangkan untuk membuat properti lebih terjangkau bagi masyarakat baik dari sisi pembiayaan untuk pembelian, talangan sewa, maupun renovasi properti dan juga pembiayaan modal kerja jangka pendek bagi para vendor/pengusaha yang berhubungan dengan properti. Gradana juga bekerjasama dengan   para   pemangku   kepentingan   dalam ekosistem   bisnis   properti,   seperti pengembang,  agen,  perusahaan  interior  dan  renovasi,  investor  serta  bank;  sehingga dapat saling bersinergi dan menjawab kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masing-masing pihak. (*)