Hamilton dan McLaren: Awal Kemitraan yang Mengubah Formula 1

Senin, 06 April 2026 10:17 WIB

Penulis:Pratiwi

hamilton.jpg

(sijori.id) -  Ini sepenggal kisah tentang Lewis Hamilton.

Sekitar 28 tahun lalu, McLaren membuat keputusan berani yang kelak mengubah sejarah Formula 1. Tim asal Inggris itu merekrut seorang karter berusia 13 tahun bernama Lewis Hamilton ke dalam program pembinaan pembalap muda.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh bos McLaren saat itu, Ron Dennis, pada 3 April 1998. Meski terdengar spekulatif, keputusan itu didasarkan pada bakat mentah Hamilton yang sudah terlihat sejak usia dini.

Awal kisahnya bahkan terjadi tiga tahun sebelumnya, tepatnya dalam ajang Autosport Awards 1995. Saat itu, Hamilton yang baru berusia 10 tahun mendatangi Dennis dan dengan percaya diri menyatakan keinginannya membalap untuk McLaren dan menjadi juara dunia.

Alih-alih mengabaikan, Dennis menanggapi serius ambisi bocah tersebut. Momen singkat itu kemudian menjadi titik awal hubungan panjang yang bersejarah di dunia balap.

Keputusan McLaren mulai menunjukkan hasil saat Hamilton debut di Formula 1 pada 2007. Ia langsung tampil impresif dengan sembilan podium beruntun dan hanya kalah satu poin dalam perebutan gelar juara dunia.

Setahun kemudian, di usia 23 tahun, Hamilton mengantar McLaren meraih gelar juara dunia pembalap—yang pertama sejak 1999—sekaligus mencatatkan diri sebagai juara dunia termuda saat itu.

Kariernya terus menanjak. Setelah pindah ke Mercedes-AMG Petronas pada 2012, Hamilton menambah enam gelar juara dunia, menyamai rekor tujuh gelar milik Michael Schumacher.

Kini, di usia 41 tahun dan membela Ferrari, Hamilton telah mengukir salah satu warisan terbesar dalam sejarah Formula 1. Namun, fondasi kesuksesannya tak lepas dari keputusan berani McLaren pada April 1998—saat sebuah tim besar bertaruh pada mimpi seorang remaja dari Stevenage. (*)