Rabu, 18 Maret 2026 08:57 WIB
Penulis:Pratiwi

SAO PAULO (sijori.id) — Para ilmuwan di Brasil mengidentifikasi spesies dinosaurus raksasa baru yang memiliki keterkaitan dengan spesies serupa di Spanyol. Temuan ini memperkuat bukti ilmiah bahwa daratan Amerika Selatan, Afrika, dan Eropa pernah terhubung sekitar 120 juta tahun lalu.
Spesies baru tersebut diberi nama Dasosaurus tocantinensis dan diklasifikasikan sebagai salah satu dinosaurus terbesar yang pernah ditemukan di Brasil. Deskripsi ilmiahnya dipublikasikan dalam jurnal Journal of Systematic Palaeontology edisi terbaru.
Fosil dinosaurus ini ditemukan pada 2021 di kawasan Davinopolis, Negara Bagian Maranhao, saat berlangsung proyek pembangunan infrastruktur. Penelitian dipimpin oleh Elver Mayer dari Federal University of the Sao Francisco Valley.
Salah satu temuan kunci adalah tulang paha (femur) sepanjang sekitar 1,5 meter, yang menjadi dasar estimasi bahwa panjang tubuh dinosaurus ini mencapai sekitar 20 meter.
Paleontolog dari Federal University of Santa Maria, Leonardo Kerber, yang turut terlibat dalam penelitian, menjelaskan bahwa ukuran tulang tersebut menunjukkan skala tubuh yang sangat besar.
“Seiring proses ekskavasi, kami menemukan bukti tulang besar, yaitu femur, yang mengindikasikan bahwa ini adalah dinosaurus berukuran sangat besar,” ujarnya.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa Dasosaurus tocantinensis memiliki kekerabatan terdekat dengan Garumbatitan morellensis, spesies dinosaurus yang sebelumnya ditemukan di Spanyol.
Para peneliti menyimpulkan bahwa garis keturunan dinosaurus ini kemungkinan berasal dari Eropa dan menyebar ke wilayah yang kini menjadi Amerika Selatan sekitar 130 juta tahun lalu. Proses migrasi tersebut diperkirakan terjadi melalui Afrika, sebelum Samudra Atlantik terbentuk sepenuhnya akibat pergeseran lempeng tektonik.
Nama “tocantinensis” sendiri merujuk pada wilayah penemuan fosil yang berada dekat Sungai Tocantins, salah satu jalur air utama di kawasan tersebut.
Temuan ini dinilai penting dalam kajian Paleontologi karena memberikan bukti tambahan mengenai hubungan geografis purba antar-benua, sekaligus memperkaya pemahaman tentang evolusi dan persebaran dinosaurus di masa prasejarah. (*)
Bagikan