Jangan Langsung Matikan Mesin, Usai Perjalanan Jauh

Senin, 16 Maret 2026 10:13 WIB

Penulis:Pratiwi

tol.jpg

(sijori.id) - Setelah menempuh perjalanan jauh, pengemudi disarankan tidak langsung mematikan mesin mobil. Praktik sederhana ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas suhu mesin serta memastikan sirkulasi oli tetap bekerja sebelum kendaraan benar-benar berhenti beroperasi.

Di lapangan, kebiasaan langsung mematikan mesin kerap dilakukan pengendara ketika tiba di tujuan, baik di area parkir pusat perbelanjaan, kantor, maupun rumah. Padahal pada kondisi tersebut, suhu mesin biasanya masih tinggi karena komponen bekerja dalam waktu lama selama perjalanan.

Ketika mesin dimatikan secara tiba-tiba, pompa oli otomatis berhenti bekerja. Akibatnya, aliran pelumas yang berfungsi melindungi komponen internal mesin juga terhenti. Sementara itu, beberapa bagian mesin—seperti piston, dinding silinder, dan turbocharger pada kendaraan tertentu—masih menyimpan panas yang cukup tinggi.

“Memberi jeda sekitar 30 detik hingga satu menit sebelum mematikan mesin membantu oli tetap bersirkulasi dan menstabilkan temperatur komponen,” ujar salah satu teknisi servis di bengkel resmi otomotif di Batam yang ditemui saat pemeriksaan kendaraan rutin.

Secara teknis, oli mesin berfungsi tidak hanya sebagai pelumas, tetapi juga sebagai pendingin tambahan bagi komponen bergerak. Selama mesin masih idle, pompa oli tetap bekerja sehingga pelumasan tetap berlangsung dan membantu menurunkan suhu secara bertahap.

Praktik ini menjadi semakin penting pada kendaraan yang digunakan untuk perjalanan panjang atau berkendara dalam kondisi lalu lintas padat, di mana mesin bekerja lebih keras dan temperatur meningkat lebih tinggi.

Beberapa produsen kendaraan juga memasukkan prosedur ini dalam panduan perawatan dasar kendaraan. Meski hanya memerlukan waktu singkat, langkah tersebut dapat membantu menjaga keawetan komponen mesin dalam jangka panjang.

Karena itu, memahami kebiasaan perawatan sederhana menjadi bagian penting dalam penggunaan kendaraan. Dalam dunia otomotif, perawatan tidak hanya berkaitan dengan perbaikan saat terjadi kerusakan, tetapi juga bagaimana pemilik kendaraan memahami cara kerja mesin dan merawatnya secara tepat.  (*)