Kakapo Mulai Kawin Lagi; Konservasi Selandia Baru

Senin, 12 Januari 2026 08:52 WIB

Penulis:Pratiwi

betet.jpg

SELANDIA BARU (BP) - Burung nuri tak bisa terbang paling langka di dunia, kakapo, kembali memasuki musim kawin setelah jeda empat tahun. Departemen Konservasi Selandia Baru mengumumkan, musim berkembang biak itu dimulai pekan lalu dan memunculkan harapan besar bagi pemulihan spesies yang berstatus kritis tersebut.

Saat ini hanya tersisa 236 kakapo yang hidup di tiga lokasi berkembang biak di pulau-pulau terpencil bagian selatan Selandia Baru. Dari jumlah itu, 83 ekor merupakan betina usia produktif. Pemerintah berharap musim ini dapat menghasilkan jumlah anakan terbanyak sejak pencatatan dilakukan.

“Selalu menyenangkan ketika musim kawin dimulai, tetapi tahun ini terasa sangat dinanti setelah jeda panjang sejak 2022,” ujar Manajer Operasi Pemulihan Kakapo, Deidre Vercoe. Menurut dia, proses kawin diperkirakan berlangsung hingga sebulan ke depan dan berpotensi menjadi musim terbesar sejak program pemulihan dimulai tiga dekade lalu.

Program Pemulihan Kakapo diluncurkan pada 1995 oleh Departemen Konservasi bersama suku Maori Ngai Tahu, ketika populasi burung ini hanya tersisa 51 ekor dan berada di ambang kepunahan. Jumlahnya sempat meningkat menjadi 252 ekor pada 2022, meski 16 di antaranya mati dalam empat tahun terakhir.

Musim kawin kali ini merupakan yang ke-13 dalam 30 tahun terakhir, mengingat kakapo hanya berkembang biak setiap dua hingga empat tahun. Meski optimistis, Vercoe menegaskan upaya konservasi tetap berlanjut dengan fokus membangun populasi yang sehat dan mandiri, bukan sekadar bertahan hidup.

Perwakilan Ngai Tahu, Tane Davis, menyatakan harapan agar suatu hari kakapo dapat kembali berkembang di Pulau Selatan Selandia Baru. Anak kakapo pertama diperkirakan menetas pada pertengahan Februari. (*)

Tags: kakapo