Kenapa Lampu Kabin Pesawat Diredupkan Saat Lepas Landas dan Mendarat?

Senin, 22 Juni 2026 12:12 WIB

Penulis:Pratiwi

Editor:Pratiwi

kabin-pesawat.jpg
ilustrasi kabin pesawat | Unsplash

(sijori.id) - Bagi penumpang pesawat, momen lampu kabin tiba-tiba diredupkan saat pesawat hendak lepas landas atau mendarat mungkin terlihat seperti kebiasaan biasa. Namun, tindakan tersebut bukan sekadar aturan tanpa alasan, melainkan bagian penting dari prosedur keselamatan penerbangan.

Lampu kabin diredupkan karena fase take off dan landing merupakan tahap penerbangan yang paling krusial. Pada waktu tersebut, risiko gangguan atau keadaan darurat secara statistik lebih tinggi dibandingkan saat pesawat sudah berada di ketinggian jelajah.

Dalam kondisi darurat, mata manusia membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dari ruangan terang menuju kondisi gelap. Dengan pencahayaan kabin yang lebih redup, mata penumpang dan kru sudah beradaptasi dengan kondisi cahaya di luar pesawat.

Hal ini memungkinkan penumpang lebih cepat melihat tanda pintu darurat, jalur evakuasi, serta instruksi keselamatan jika terjadi situasi yang membutuhkan evakuasi.

Selain membantu penumpang, lampu kabin yang diredupkan juga membantu kru melihat kondisi luar pesawat dengan lebih jelas. Kru dapat lebih mudah mengamati keadaan sekitar landasan maupun area penerbangan saat proses pendekatan menuju bandara.

Prosedur ini terutama diterapkan pada penerbangan malam hari, namun banyak maskapai tetap menjalankannya pada siang hari karena kondisi luar pesawat dapat berubah dengan cepat.

Meski terlihat sebagai perubahan kecil, pengaturan cahaya kabin merupakan bagian dari sistem keselamatan penerbangan. Dalam keadaan darurat, setiap detik sangat berharga untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan aman. (*)