Jumat, 26 Juni 2026 23:23 WIB
Penulis:Pratiwi

(sijori.id) – Meta kembali memperluas portofolio perangkat wearable dengan meluncurkan lini terbaru Meta Glasses yang dibanderol mulai US$299 atau sekitar Rp4,8 juta (kurs Rp16.300 per dolar AS). Harga tersebut sekitar US$80 lebih murah dibandingkan Meta Ray-Ban generasi kedua versi paling dasar.
Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi CEO Meta, Mark Zuckerberg, untuk memperkuat posisi perusahaan di industri perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI), yang diprediksi menjadi salah satu pasar teknologi dengan pertumbuhan tercepat dalam beberapa tahun mendatang.
Meta Glasses dikembangkan melalui kerja sama dengan EssilorLuxottica, perusahaan induk Ray-Ban. Namun berbeda dengan produk sebelumnya, seri terbaru ini tidak menggunakan merek Ray-Ban maupun Oakley, meski tetap mengusung desain hasil kolaborasi kedua perusahaan.
Meta menghadirkan tiga desain baru serta sebuah charging stand khusus untuk mendukung penggunaan perangkat tersebut.
Berbeda dengan kacamata augmented reality (AR) yang memiliki layar di lensa, Meta Glasses belum dilengkapi layar. Meski demikian, perangkat ini memiliki sejumlah fitur berbasis AI, antara lain:
Kombinasi fitur tersebut menjadikan Meta Glasses sebagai perangkat pendamping yang dirancang untuk aktivitas sehari-hari tanpa harus mengeluarkan ponsel.
Meta menyebut perangkat ini sebagai tahapan menuju kacamata komputasi yang lebih canggih.
Sebelumnya, perusahaan telah memperkenalkan Ray-Ban Display Glasses dengan harga US$799 yang telah dibekali layar kecil di dalam lensa untuk menampilkan informasi secara langsung kepada pengguna.
Meta meyakini perangkat wearable ringan akan menjadi platform komputasi berikutnya pada era kecerdasan buatan, menggantikan ketergantungan pada smartphone.
Strategi Meta di segmen smart glasses dinilai lebih berhasil dibandingkan bisnis headset virtual reality (VR).
Perusahaan yang berganti nama dari Facebook menjadi Meta pada 2021 itu sebelumnya menjadikan metaverse dan VR sebagai fokus utama. Namun, pasar headset VR masih relatif terbatas dan didominasi kalangan gamer.
Sebaliknya, kacamata pintar dinilai memiliki peluang adopsi yang lebih luas karena lebih praktis digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Persaingan di pasar smart glasses kini semakin sengit seiring meningkatnya minat terhadap perangkat AI.
Google baru-baru ini mengumumkan pengembangan kacamata pintar bersama Warby Parker yang akan mengandalkan model AI Gemini.
Sementara itu, Snap memperkenalkan Specs, kacamata pintar premium seharga US$2.195, yang oleh CEO Evan Spiegel disebut sebagai calon penerus smartphone di masa depan.
Meski demikian, Meta bersama EssilorLuxottica masih menjadi pemain dominan di pasar smart glasses global dengan estimasi pangsa pasar lebih dari 80 persen serta penjualan mencapai jutaan unit sejak produk pertamanya diperkenalkan pada 2021.
Dengan harga yang lebih kompetitif dan fitur AI yang semakin matang, Meta berharap lini Meta Glasses terbaru mampu memperluas adopsi perangkat wearable sekaligus memperkuat ekosistem kecerdasan buatan yang tengah dibangun perusahaan. (*)
Bagikan