Paspor Singapura Kembali Jadi yang Terkuat di Dunia 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 21:42 WIB

Penulis:Pratiwi

paspor.jpg

(sijori.id) – Paspor Singapura kembali dinobatkan sebagai paspor terkuat di dunia berdasarkan Henley Passport Index edisi Juli 2026. Warga negara Singapura kini dapat mengakses 192 destinasi di seluruh dunia tanpa visa atau dengan fasilitas visa saat kedatangan (visa on arrival).

Peringkat terbaru yang dirilis pada 21 Juli 2026 itu mempertahankan posisi Singapura sebagai pemegang paspor paling kuat di dunia, sama seperti pada laporan sebelumnya yang diterbitkan Januari 2026.

UEA Catat Kenaikan Terbesar

Dalam pembaruan kali ini, Uni Emirat Arab (UEA) menjadi negara dengan kenaikan peringkat terbesar. Paspornya naik tiga posisi dan kini menempati peringkat kedua bersama Jepang dan Korea Selatan, dengan akses bebas visa ke 188 destinasi.

Posisi ketiga ditempati Swedia dengan akses ke 187 destinasi.

Sementara itu, sebelas negara Eropa berbagi posisi keempat dengan akses ke 186 destinasi, yakni Belgia, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Norwegia, dan Spanyol.

Di peringkat kelima terdapat Austria, Yunani, Malta, Portugal, dan Swiss yang masing-masing memiliki akses ke 185 destinasi.

Malaysia Masuk 10 Besar

Malaysia menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara selain Singapura yang masuk 10 besar. Negeri Jiran itu berada di peringkat ketujuh, sejajar dengan Australia, Selandia Baru, Kanada, dan sejumlah negara Eropa, dengan akses ke 183 destinasi.

Sementara itu, Inggris, Hungaria, dan Polandia berada di posisi keenam.

Afghanistan Tetap di Posisi Terbawah

Di sisi lain, Afghanistan kembali menjadi negara dengan paspor terlemah di dunia. Pemegang paspor Afghanistan hanya memiliki akses ke 22 destinasi, turun dari 24 destinasi pada laporan Januari 2026.

Hal ini menciptakan kesenjangan mobilitas global sebesar 170 destinasi dibandingkan Singapura yang berada di posisi teratas.

Kebebasan Bepergian Terus Meningkat

Henley & Partners menyebut kebebasan bepergian secara global terus meningkat dalam dua dekade terakhir. Saat indeks ini pertama kali diluncurkan pada 2006, rata-rata paspor dunia hanya memberikan akses bebas visa ke 58 destinasi.

Kini, rata-rata paspor memungkinkan perjalanan ke 108 destinasi tanpa perlu mengurus visa terlebih dahulu.

Pada 2006, paspor terkuat saat itu—milik Amerika Serikat, Denmark, dan Finlandia—hanya memberikan akses ke 130 destinasi, jauh di bawah capaian Singapura saat ini.

Kekuatan Paspor Berkaitan dengan Posisi Geopolitik

Ketua Henley & Partners, Christian H. Kaelin, mengatakan kekuatan paspor mencerminkan posisi suatu negara di panggung internasional.

Menurutnya, negara-negara dengan paspor terkuat umumnya merupakan mitra strategis yang dipercaya dalam bidang perdagangan, investasi, keamanan, maupun kerja sama internasional.

"Selama 20 tahun terakhir, kekuatan paspor menjadi salah satu indikator paling jelas dari modal geopolitik sebuah negara. Mobilitas internasional menunjukkan seberapa besar nilai hubungan yang diberikan negara lain kepada Anda," ujarnya.

Henley Passport Index diterbitkan dua kali setiap tahun dan mengukur jumlah negara atau wilayah yang dapat dikunjungi pemegang paspor tanpa harus memperoleh visa sebelum keberangkatan. (*)