Puasa dan Cara Ginjal Menyesuaikan Diri

Senin, 23 Februari 2026 21:24 WIB

Penulis:Pratiwi

ginjal.jpg

(sijori.id) - Puasa ternyata tidak hanya berdampak pada rasa lapar dan haus. Di dalam tubuh, terutama pada organ ginjal, terjadi proses penyesuaian yang cukup kompleks. Sistem penyaringan ginjal atau filtrasi mengalami perubahan sejak beberapa jam pertama tidak ada asupan makanan.

Saat seseorang mulai berpuasa, kadar insulin dalam darah menurun. Penurunan insulin ini memberi sinyal kepada ginjal untuk membuang lebih banyak natrium melalui urine. Ketika natrium ikut terbuang, air secara otomatis mengikuti. Akibatnya, volume cairan dalam aliran darah sedikit berkurang.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan tekanan darah turun ringan dan memengaruhi jumlah darah yang mengalir ke ginjal untuk disaring. Namun tubuh tidak tinggal diam. Ginjal segera beradaptasi dengan mengatur ulang laju filtrasi glomerulus serta memekatkan urine demi menjaga keseimbangan elektrolit penting.

Peran hormon menjadi krusial dalam proses ini. Aldosteron membantu mengontrol retensi natrium, sementara hormon antidiuretik (ADH) mengatur keseimbangan cairan. Keduanya bekerja menjaga agar tubuh tidak kehilangan terlalu banyak air selama puasa berlangsung.

Yang perlu dipahami, proses penyaringan ginjal tidak berhenti saat puasa. Sistem ini hanya melakukan kalibrasi ulang. Tubuh tetap mengatur keseimbangan cairan secara dinamis meski tanpa asupan makanan dalam beberapa jam.

Dengan mekanisme adaptif tersebut, ginjal menunjukkan kemampuannya menjaga stabilitas tubuh selama menjalani puasa. (*)

Tag: