Jumat, 22 Mei 2026 21:22 WIB
Penulis:Pratiwi

(sijori.id) - Ada banyak cara memasak burger, mulai dari dipanggang di atas grill, dimasak di oven, menggunakan air fryer, hingga dibuat ala smash burger di atas wajan besi panas. Namun, metode mana yang sebenarnya paling menghasilkan burger juicy, gurih, dan memiliki kerak kecokelatan sempurna?
Pengujian terhadap enam metode memasak burger akhirnya menemukan satu pemenang utama: smash burger yang dimasak di atas cast-iron skillet atau wajan besi panas.
Dalam pengujian tersebut, seluruh burger dibuat menggunakan daging sapi giling dengan komposisi lemak 80/20 agar tetap juicy dan empuk saat dimasak.
Setiap patty dibuat seberat sekitar 1/3 pound dengan ketebalan sekitar 3/4 inci. Burger dimasak hingga tingkat kematangan medium-rare dengan suhu internal 130°F hingga 135°F, kecuali smash burger yang lebih tipis sehingga matang lebih tinggi.
Daging hanya dibumbui garam dan lada setelah patty dibentuk untuk menjaga tekstur tetap lembut dan tidak kering.
1. Air Fryer — Nilai 3/10
Metode memasak burger menggunakan air fryer menjadi yang paling rendah nilainya.
Meski tampilannya cukup menggoda setelah matang, tekstur burger dinilai kurang memuaskan. Burger terasa basah dan tidak memiliki kerak kecokelatan khas burger panggang.
Kelebihan metode ini hanyalah proses pembersihan yang mudah serta praktis tanpa perlu menggunakan grill atau oven.
Namun secara rasa dan tekstur, burger dari air fryer dianggap kurang memiliki karakter.
2. Grill Tutup Terbuka — Nilai 6/10
Metode klasik memanggang burger di atas grill terbuka menghasilkan grill marks yang menarik dan daging tetap juicy.
Namun hasilnya dinilai kurang konsisten karena dipengaruhi faktor cuaca dan arah angin. Asap grill juga tidak cukup terkonsentrasi sehingga aroma smoky kurang terasa.
Meski begitu, metode ini tetap cocok untuk memasak burger dalam jumlah besar.
3. Broiler Oven — Nilai 6,5/10
Memasak burger menggunakan broiler oven ternyata cukup mengejutkan karena menghasilkan burger yang juicy dan kaya rasa.
Kekurangannya, burger tidak mendapatkan kerak kecokelatan maksimal karena tidak bersentuhan langsung dengan sumber panas.
Selain itu, oven cenderung menghasilkan banyak asap akibat cipratan lemak.
4. Burger Wajan Besi — Nilai 7,5/10
Burger yang dimasak di atas cast-iron skillet mendapat nilai tinggi berkat kerak kecokelatan yang kuat dan rasa daging yang lebih intens.
Kontak langsung dengan permukaan panas menghasilkan tekstur khas burger diner ala Amerika.
Metode ini dianggap paling praktis untuk memasak burger berkualitas tanpa perlu menggunakan grill luar ruangan.
5. Grill Tutup Tertutup — Nilai 9/10
Untuk burger patty tebal klasik, metode terbaik adalah memanggang dengan tutup grill tertutup.
Teknik ini menciptakan efek oven yang membantu panas dan asap bersirkulasi lebih merata di sekitar daging.
Hasilnya adalah burger juicy dengan aroma smoky yang lebih kuat serta kerak panggang sempurna.
Metode ini juga dianggap paling ideal untuk memasak burger dalam jumlah banyak.
6. Smash Burger — Nilai 10/10
Metode smash burger akhirnya menjadi juara utama dalam pengujian.
Daging dibentuk bulat kecil lalu ditekan tipis di atas wajan besi panas hingga menghasilkan permukaan karamelisasi yang maksimal.
Kerak burger menjadi sangat renyah dan kaya rasa, sementara bagian dalam tetap juicy dan terasa meaty.
Panel penguji menyebut smash burger memiliki rasa paling memuaskan dan menyerupai burger restoran cepat saji premium.
Smash burger unggul karena memiliki permukaan kontak lebih luas dengan wajan panas sehingga proses browning dan karamelisasi terjadi lebih sempurna.
Selain itu, bumbu menjadi lebih merata di setiap gigitan dibanding burger patty tebal.
Meski sedikit merepotkan karena menghasilkan banyak cipratan minyak dan sulit dimasak dalam jumlah besar, hasil akhirnya dianggap paling lezat dibanding metode lainnya.
Bagi pecinta burger dengan kerak renyah dan rasa daging intens, smash burger di atas cast-iron skillet menjadi metode terbaik.
Namun jika lebih menyukai burger tebal klasik dengan aroma smoky, memanggang menggunakan grill tertutup tetap menjadi pilihan paling ideal. (*)
Bagikan