Sabtu, 24 Januari 2026 11:41 WIB
Penulis:Pratiwi

(sijori.id) - Tahukah Anda, susu paus termasuk salah satu cairan paling kental di alam? Kandungan lemaknya bisa mencapai hampir 50 persen, membuat teksturnya menyerupai pasta gigi dan nyaris tidak larut di air.
Keunikan ini bukan tanpa alasan. Paus menyusui anaknya di dalam laut. Jika susunya encer seperti susu sapi, cairan itu akan langsung menyebar dan hilang terbawa air. Karena itu, alam “merancang” susu paus menjadi sangat kental, sehingga dapat langsung masuk ke mulut anak paus tanpa terbuang.
Nutrisi padat tersebut memungkinkan anak paus bertambah berat hingga sekitar 90 kilogram per hari. Sebuah angka yang mencerminkan betapa presisinya mekanisme kehidupan bekerja, bahkan di lingkungan yang tampak mustahil sekalipun.
Dari kedalaman samudra, kita belajar satu hal sederhana: rezeki tidak pernah datang secara serampangan. Ketika ia telah ditetapkan, ia akan sampai dengan cara yang paling tepat, pada waktu yang paling sesuai.
Maka, saat rasa cemas tentang kecukupan hidup muncul, ingatlah paus di tengah samudra. Apa yang telah ditakdirkan untuk kita, akan menemukan jalannya—bahkan ke tempat yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Bagikan