Di Singapura, Rela Antre Demi Audemars Piguet x Swatch Royal Pop
SINGAPURA (sijori.id) – Antusiasme tinggi mewarnai peluncuran koleksi terbaru Swatch hasil kolaborasi dengan Audemars Piguet bertajuk Royal Pop di Singapura, Sabtu (16/5/2026), lalu. channelnewsasia.com menulis sejak pagi, antrean panjang terlihat di sejumlah gerai, terutama di kawasan Orchard dan Marina Bay.
Di gerai Swatch Ion Orchard, antrean sudah terbentuk sejak Jumat sore sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Bahkan, petugas keamanan dan aparat kepolisian sempat dikerahkan untuk mengatur kerumunan yang semakin padat di sekitar area pusat perbelanjaan.
Hingga Sabtu pukul 11.15, seluruh stok yang tersedia di gerai tersebut telah habis terjual hanya dalam waktu kurang dari dua jam setelah penjualan resmi dimulai.
Situasi serupa juga terjadi di outlet Swatch yang berlokasi di Marina Bay Sands. Antrean tertata namun padat, dan seluruh unit koleksi yang dijual pada hari peluncuran langsung ludes dibeli kolektor dan penggemar jam.
Baca Juga: Kolaborasi Swatch x Audemars Piguet Resmi Meluncur
Sementara itu, gerai di VivoCity bahkan terpaksa ditutup lebih awal akibat lonjakan pengunjung yang tidak terkendali. Dalam pernyataan melalui Instagram Story, pihak Swatch menyebut keputusan tersebut diambil bersama otoritas setempat demi keselamatan pengunjung dan staf.
Peluncuran ini kembali memicu euforia seperti saat kolaborasi Swatch sebelumnya dengan Omega pada seri MoonSwatch tahun 2022, yang juga menyebabkan antrean panjang di berbagai negara. Fenomena serupa kembali terlihat, dengan pengunjung mulai mengantre sejak dini hari demi mendapatkan produk terbatas ini.
Menariknya, koleksi Royal Pop bukanlah jam tangan biasa yang dikenakan di pergelangan tangan. Produk ini merupakan jam saku dengan desain terinspirasi dari ikon Royal Oak milik Audemars Piguet dan desain Pop Swatch era 1980-an.
Jam ini hadir dengan sistem pemakaian fleksibel—dapat digantung di leher, dibawa sebagai aksesori tas, atau disimpan di saku. Setiap unit juga dilengkapi material bioceramic, mesin Sistem51 dengan daya tahan hingga 90 jam, serta desain eksklusif yang membuatnya sangat diminati kolektor.
Beberapa pembeli mengaku membeli produk ini bukan hanya untuk koleksi pribadi, tetapi juga sebagai investasi. Bahkan, sejumlah unit sudah mulai muncul di platform resale dengan harga jauh di atas harga resmi yang berkisar mulai S$535.
Fenomena antrean panjang dan tingginya permintaan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara Swatch dan Audemars Piguet masih memiliki daya tarik besar di pasar kolektor global, terutama di segmen jam tangan edisi kolaborasi yang bernilai eksklusif dan terbatas secara akses. (*)
