Minggu, 24 Mei 2026 20:56 WIB
Penulis:Pratiwi

(sijori.id) - Pusat perbelanjaan raksasa masih menjadi ikon gaya hidup modern di Eropa, meski tren belanja online terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Ukuran sebuah mal umumnya diukur menggunakan standar gross leasable area (GLA), yakni total luas area yang dapat disewakan kepada tenant, tanpa menghitung area parkir, lorong, maupun fasilitas nonkomersial lainnya.
Berdasarkan ukuran tersebut, Westfield London masih menjadi mal terbesar di Eropa setelah ekspansi besar pada 2018. Sebagian besar mal dalam daftar ini memiliki luas lebih dari 175 ribu meter persegi atau setara sekitar 25 hingga 33 lapangan sepak bola standar dalam satu bangunan.
Inggris mendominasi daftar dengan empat pusat perbelanjaan terbesar, sementara Rusia memiliki dua mal dalam peringkat 10 besar.
1. Westfield London – Inggris Raya
Westfield London resmi dibuka pada 30 Oktober 2008 di kawasan White City, London Barat. Setelah ekspansi pada 2018, luas area sewanya mencapai sekitar 240 ribu meter persegi, menjadikannya mal terbesar di Eropa.
Pusat perbelanjaan ini memiliki lebih dari 450 tenant, termasuk toko flagship John Lewis, Apple Store terbesar di Inggris, hingga merek mewah seperti Gucci dan Hamleys.
2. Aviapark – Rusia
Aviapark dibuka pada 2014 di Distrik Khoroshyovsky, Moskow, dengan luas sekitar 230 ribu meter persegi.
Mal ini terkenal karena memiliki akuarium silinder setinggi 23 meter di area tengah bangunan. Sebelum ekspansi Westfield London, Aviapark sempat menyandang status mal terbesar di Eropa.
3. Westgate Shopping City – Kroasia
Westgate Shopping City mulai beroperasi pada 2009 di kawasan Jablanovec, dekat Zagreb.
Dengan luas sekitar 226 ribu meter persegi dan sekitar 260 toko, pusat belanja ini menjadi yang terbesar di kawasan Eropa Tenggara. Pengunjungnya datang tidak hanya dari Kroasia, tetapi juga Slovenia, Hungaria, serta Bosnia dan Herzegovina.
4. MEGA Belaya Dacha – Rusia
MEGA Belaya Dacha dibuka pada 2006 di Kotelniki, tenggara Moskow, dengan luas sekitar 225 ribu meter persegi.
Mal ini sebelumnya dikenal sebagai salah satu pusat IKEA terbesar di Rusia sebelum perusahaan asal Swedia tersebut menghentikan operasinya di Rusia pada 2022.
5. Trafford Centre – Inggris Raya
Trafford Centre resmi dibuka pada 1998 dan dikenal sebagai salah satu mal dengan desain arsitektur paling unik di Inggris.
Bangunan ini mengusung konsep perpaduan gaya klasik Eropa dan kemewahan ala Las Vegas, lengkap dengan kubah besar, pilar marmer, serta dekorasi emas. Luas area sewanya mencapai sekitar 200 ribu meter persegi.
6. MetroCentre – Inggris Raya
MetroCentre dibuka pada 1986 di Gateshead, dekat Newcastle.
Saat pertama kali beroperasi, pusat perbelanjaan ini sempat menjadi mal terbesar di Eropa. Hingga kini, MetroCentre masih menjadi salah satu destinasi belanja terbesar di Inggris dengan luas hampir 193 ribu meter persegi.
7. Westfield SCS – Austria
Westfield SCS, sebelumnya dikenal sebagai Shopping City Süd, dibuka pada 1976 di Vösendorf, dekat Wina.
Mal ini termasuk salah satu pusat perbelanjaan besar tertua di Eropa dan telah mengalami berbagai ekspansi selama hampir lima dekade. Luas area sewanya mencapai sekitar 192,5 ribu meter persegi.
8. Westend City Center – Hungaria
Westend City Center mulai beroperasi pada 1999 di Budapest dan terhubung langsung dengan Stasiun Kereta Nyugati.
Dengan luas sekitar 186 ribu meter persegi dan sekitar 400 toko, mal ini menjadi pusat perbelanjaan terbesar di Hungaria.
9. Bluewater – Inggris Raya
Bluewater dibangun di bekas tambang kapur di Greenhithe, Kent, dan dibuka pada 1999.
Mal seluas sekitar 185 ribu meter persegi ini memiliki lebih dari 300 toko, bioskop 17 layar, serta area restoran besar yang menjadi daya tarik wisata belanja di Inggris Tenggara.
10. Marineda City – Spanyol
Marineda City dibuka pada 2011 di A Coruña, wilayah Galicia, Spanyol.
Dengan luas area sewa sekitar 176 ribu meter persegi, pusat perbelanjaan ini menjadi yang terbesar di Spanyol. Di dalamnya terdapat bioskop, arena bowling, lintasan karting, serta toko flagship Inditex, perusahaan induk Zara yang bermarkas di kawasan tersebut.
Sebagian besar mal terbesar di Eropa dibangun pada periode 1998 hingga 2014, ketika pusat perbelanjaan modern berkembang pesat sebelum dominasi e-commerce.
Namun, sejak pandemi COVID-19 dan meningkatnya tren belanja online, pembangunan mega-mal baru di Eropa praktis melambat. Banyak pengelola kini mulai mengubah sebagian area retail menjadi pusat hiburan, ruang kantor, apartemen, hingga kawasan kuliner untuk mempertahankan jumlah pengunjung. (*)
Bagikan