Citizen
Senin, 23 Februari 2026 22:53 WIB
Penulis:Pratiwi

(sijori.id) - Tak banyak yang tahu, iklan televisi legal pertama di dunia yang tayang pada 1 Juli 1941 adalah milik Bulova. Merek jam asal Amerika Serikat ini bahkan sudah berdiri sejak 1875 dan kini bermarkas di gedung ikonik Empire State Building, New York.
Rekam jejak panjang itu membuat Bulova bukan sekadar produsen arloji, tetapi bagian dari sejarah horologi dan budaya Amerika. Terbaru, mereka meluncurkan arloji bertema militer bertajuk Bulova Military Chronograph Veterans Watchmaker Initiative VWI Edition.
Jam tangan ini tak hanya menonjolkan desain militer klasik, tetapi juga membawa misi sosial.
Gaya Militer Tanpa Tachymeter
Secara desain, arloji ini mengusung konsep field watch dengan komplikasi chronograph tiga subdial. Namun ada yang berbeda: tidak terdapat bezel tachymeter seperti lazimnya jam chronograph bergaya balap.
Sebagai gantinya, Bulova menyematkan bezel coin-edge (bertekstur bergerigi) yang lebih bersifat estetis. Karakter militer semakin kuat lewat dial hijau zaitun yang dipadukan dengan strap kulit cokelat berjahit kontras.
Casing berbahan stainless steel berbentuk cushion mengingatkan pada desain klasik era 1920–1930-an. Perpaduan ini membuat tampilannya tangguh sekaligus elegan.
Mesin Presisi Tinggi
Di balik tampilannya yang klasik, jam ini dibekali mesin quartz kaliber NP20 racikan Bulova. Berbeda dari quartz biasa, mesin ini menggunakan kristal tiga kaki dengan frekuensi 262 kHz—delapan kali lebih tinggi dari standar quartz konvensional.
Hasilnya, tingkat akurasi meningkat signifikan hingga hanya meleset hitungan detik per tahun.
Beli Jam, Sekaligus Beramal
Keistimewaan lain terletak pada sisi sosialnya. Sebanyak 10 persen dari setiap penjualan akan disalurkan kepada Veterans Watchmaker Initiative (VWI). Lembaga ini melatih para veteran militer Amerika Serikat dalam keterampilan horologi agar memiliki peluang kerja setelah masa dinas.
Desain caseback jam bahkan memuat ilustrasi khusus sebagai simbol kolaborasi tersebut. (*)
Bagikan