Rabu, 15 April 2026 11:25 WIB
Penulis:Pratiwi

(sijori.id) – Kebiasaan langsung memindahkan tuas transmisi dari posisi Drive (D) ke Park (P) saat memarkir mobil matic masih banyak dilakukan pengendara. Padahal, cara tersebut berpotensi mempercepat keausan komponen transmisi jika dilakukan terus-menerus.
Berdasarkan praktik di lapangan, terutama di area parkir bertingkat dan jalan menurun, beban kendaraan kerap sepenuhnya ditahan oleh sistem transmisi saat tuas langsung dipindahkan ke posisi P. Kondisi ini dapat menimbulkan hentakan saat tuas digeser kembali dari P ke Reverse (R), yang sering ditandai bunyi “jedak”.
Hal tersebut berkaitan dengan mekanisme parking pawl, yakni komponen pengunci pada transmisi otomatis. Saat tuas langsung ke P tanpa prosedur yang tepat, seluruh beban mobil ditahan oleh parking pawl. Ini yang menyebabkan tekanan berlebih.
Secara teknis, posisi P bekerja dengan mengunci poros transmisi agar roda tidak bergerak. Namun, jika kendaraan masih menahan beban—terutama di jalan miring—komponen pengunci akan menerima tekanan besar. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko mempercepat keausan bahkan kerusakan.
Langkah yang dianjurkan adalah sebagai berikut:
Dengan prosedur ini, beban kendaraan tidak sepenuhnya ditanggung oleh transmisi, melainkan oleh sistem pengereman. Hasilnya, perpindahan gigi menjadi lebih halus dan komponen lebih awet.
Kebiasaan sederhana ini dinilai penting, mengingat biaya perbaikan transmisi otomatis tidak murah. Di sejumlah bengkel resmi, perbaikan sistem transmisi bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah, tergantung tingkat kerusakan.
Karena itu, pengendara diimbau tidak mengabaikan prosedur parkir yang benar. Selain menjaga performa kendaraan, langkah ini juga meningkatkan keselamatan saat mobil diparkir, terutama di area dengan kontur jalan tidak rata. (*)
Bagikan