Cara Fiber Optik Kirim Data Secepat Cahaya

Senin, 16 Februari 2026 07:05 WIB

Penulis:Pratiwi

fiber-optik.jpg

(sijori.id) - Penemu teknologi fiber optik layak disebut jenius. Pasalnya, mereka memanfaatkan cahaya—yang dikenal sebagai hal tercepat di alam semesta—untuk mengirim informasi. Bayangkan, komunikasi data berjalan dengan kecepatan cahaya. Tantangannya, cahaya secara alami bergerak lurus, sementara dunia nyata penuh belokan dan hambatan.

Solusinya datang dari prinsip fisika yang disebut total internal reflection atau pemantulan internal total. Mekanismenya sederhana namun cerdas. Saat sinar laser diarahkan ke air, sebagian cahaya akan dipantulkan dan sebagian lainnya dibiaskan. Namun, ketika sudut datang diperbesar hingga mencapai titik tertentu, seluruh cahaya akan terpental kembali tanpa keluar dari medium. Fenomena inilah yang menjadi kunci teknologi fiber optik.

Di dalam kabel fiber optik terdapat inti serat yang sangat tipis, terbuat dari kaca atau plastik dengan indeks bias tinggi. Bagian ini kemudian dilapisi cladding yang memiliki indeks bias lebih rendah, serta lapisan pelindung luar untuk menjaga ketahanannya. Ketika cahaya masuk ke inti kabel, cahaya akan terus memantul di dinding pembatas karena sudutnya lebih besar dari sudut kritis. Hasilnya, cahaya dapat melaju jauh tanpa keluar dari jalur, bahkan hingga jarak berkilo-kilometer.

Lalu bagaimana cahaya bisa membawa informasi? Prinsipnya sederhana. Seluruh data internet tersusun dari sistem biner, yakni angka 0 (nol) dan 1 (satu). Dalam fiber optik, data itu diterjemahkan menjadi pulsa cahaya. Metode paling dasar dikenal sebagai on-off keying: lampu menyala berarti angka satu, sedangkan lampu mati berarti angka nol.

Di sisi pengirim, laser atau LED mengubah sinyal listrik menjadi pulsa cahaya. Pulsa tersebut melaju di sepanjang kabel fiber optik. Saat tiba di tujuan, fotodioda akan mengubahnya kembali menjadi sinyal listrik. Dari proses inilah data bisa muncul di layar perangkat dalam hitungan sangat cepat.

Teknologi fiber optik menjadi fondasi utama internet modern karena mampu mengirim data besar dengan kecepatan tinggi dan kehilangan sinyal yang sangat minim. (*)