Cara Pilot Istirahat pada Penerbangan Jarak Jauh

Kamis, 16 April 2026 19:53 WIB

Penulis:Pratiwi

Editor:Pratiwi

kamar-pilot.jpg

(sijori.id) - Penerbangan jarak jauh yang berlangsung lebih dari 10 jam menuntut kesiapan fisik dan mental kru, terutama pilot. Namun, anggapan bahwa pilot harus terus berada di kokpit sepanjang penerbangan tidak sepenuhnya benar.

Dalam praktiknya, maskapai menerapkan sistem kerja terstruktur untuk memastikan keselamatan tetap terjaga sekaligus mencegah kelelahan kru.

 

Sistem Rotasi Pilot di Penerbangan Jarak Jauh

Pada penerbangan lintas benua atau long-haul flight, umumnya terdapat tiga hingga empat pilot yang bertugas. Mereka dibagi ke dalam dua tim dengan peran berbeda.

Satu tim biasanya bertanggung jawab pada fase krusial seperti lepas landas dan pendaratan, sementara tim lainnya mengambil alih saat pesawat berada di ketinggian jelajah (cruising). Sistem ini memastikan selalu ada pilot yang siaga di kokpit, tanpa mengorbankan kebutuhan istirahat.

 

Fasilitas Ruang Istirahat Khusus

Berbeda dari anggapan umum, pilot tidak beristirahat di kursi kokpit. Pesawat modern menyediakan ruang istirahat khusus bagi kru, yang dikenal sebagai crew rest compartment.

Pada beberapa pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 atau Airbus A350, ruang ini bisa berada di belakang kokpit, di atas kabin penumpang, atau bahkan di bagian bawah pesawat.

Meski ukurannya terbatas, fasilitas tersebut dirancang menyerupai kamar tidur mini. Di dalamnya tersedia tempat tidur, bantal, selimut, pencahayaan pribadi, serta tirai untuk menjaga privasi. Beberapa pesawat juga dilengkapi sistem ventilasi dan alat komunikasi dengan awak kabin.

 

Jadwal Istirahat yang Terukur

Setelah pesawat mencapai ketinggian jelajah, pilot mulai menjalankan jadwal rotasi istirahat. Setiap pilot biasanya mendapatkan waktu istirahat sekitar tiga hingga empat jam sebelum kembali bertugas di kokpit.

Siklus ini berlangsung bergantian hingga menjelang fase pendaratan. Dengan pola tersebut, setiap pilot tetap dalam kondisi segar saat menjalankan tugas-tugas penting.

 

Menjaga Keselamatan dan Kinerja

Sistem rotasi dan fasilitas istirahat ini bukan sekadar kenyamanan, melainkan bagian dari standar keselamatan penerbangan global. Kelelahan pilot dapat berdampak serius terhadap pengambilan keputusan.

Karena itu, maskapai dan regulator penerbangan memastikan setiap kru mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Dengan demikian, keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penerbangan jarak jauh. (*)