Senin, 06 April 2026 20:26 WIB
Penulis:Pratiwi

(sijori.id) - Perlombaan membangun gedung tertinggi di dunia terus berlanjut, namun hingga April 2026, Burj Khalifa di Dubai masih kokoh di puncak. Dengan ketinggian 828 meter, menara ini unggul jauh dari pesaing terdekatnya.
Data Council on Tall Buildings and Urban Habitat menunjukkan posisi kedua ditempati Merdeka 118 di Kuala Lumpur dengan tinggi 679 meter, disusul Shanghai Tower di Shanghai (632 meter).
Dominasi Asia dalam Daftar 20 Besar
Dari 20 gedung tertinggi dunia, mayoritas berada di Asia. Beberapa di antaranya:
Dominasi ini menguat sejak 1998, saat Petronas Twin Towers (452 meter) menggeser rekor dunia ke Asia.
China menjadi pemain utama dengan jumlah pencakar langit terbanyak, termasuk CITIC Tower di Beijing (528 meter) dan International Commerce Centre di Hong Kong (484 meter).
Gedung Tertinggi di Luar Asia
Hanya tiga gedung dalam daftar 20 besar yang berada di luar Asia. Dua di antaranya di New York City:
Di Eropa, Lakhta Center di St. Petersburg menjadi yang tertinggi dengan 462 meter.
Ambisi Baru: Jeddah Tower
Persaingan belum berhenti. Arab Saudi tengah membangun Jeddah Tower di Jeddah yang ditargetkan rampung sekitar 2028. Dengan tinggi direncanakan mencapai satu kilometer, gedung ini berpotensi melampaui Burj Khalifa sebagai yang tertinggi di dunia.
Meski proyek-proyek baru terus bermunculan, hingga kini Burj Khalifa masih memimpin jauh di atas para pesaingnya, menegaskan posisinya sebagai ikon arsitektur global sekaligus simbol ambisi vertikal manusia. (*)
Bagikan