DJI Mini 5 Pro
Sabtu, 04 Juli 2026 21:13 WIB
Penulis:Pratiwi

(sijori.id) – DJI memperkenalkan Osmo Pocket 4P, kamera gimbal saku terbaru yang membawa lompatan besar dalam kualitas gambar berkat penggunaan sensor LOFIC (Lateral Overflow Integration Capacity) beresolusi 50 megapiksel. Meski saat ini baru diumumkan untuk pasar China, perangkat ini menjadi seri Osmo Pocket pertama yang mengusung teknologi sensor generasi baru tersebut.
Berbeda dengan Osmo Pocket 4 standar yang hanya memiliki satu kamera, Osmo Pocket 4P dibekali dua kamera pada kepala gimbal. Kamera utama menggunakan sensor LOFIC baru yang dipadukan dengan lensa ekuivalen 20 mm, menggantikan sensor 1 inci yang digunakan pada model sebelumnya.
Teknologi ini diklaim mampu menghadirkan kualitas gambar yang jauh lebih baik, terutama dalam menangani area terang dan gelap secara bersamaan.
LOFIC merupakan teknologi sensor gambar terbaru yang mulai diterapkan pada perangkat konsumen pada 2026.
Berbeda dengan sensor konvensional, LOFIC mampu menyimpan kelebihan muatan listrik yang biasanya hilang saat piksel mencapai kapasitas maksimal. Data tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mempertahankan detail pada area yang sangat terang tanpa mengorbankan kualitas bayangan.
Hasilnya adalah dynamic range yang lebih luas, sehingga kamera mampu menangkap lebih banyak detail pada kondisi pencahayaan ekstrem.
DJI mengklaim Osmo Pocket 4P memiliki dynamic range hingga hampir 17 stop, meningkat signifikan dibandingkan sekitar 14 stop pada Osmo Pocket 4 standar.
Menurut DJI, penggunaan sensor LOFIC membuat kamera menghasilkan:
Pengujian awal yang dilakukan media fotografi PetaPixel menunjukkan performa Osmo Pocket 4P bahkan mendekati kamera video profesional berformat full frame.
Dalam uji dynamic range, kamera mungil tersebut dibandingkan dengan Panasonic Lumix S1 II, salah satu kamera full-frame terbaik untuk perekaman video.
Hasilnya, Osmo Pocket 4P mampu menghasilkan rentang dinamis yang sangat mendekati kamera full-frame meskipun menggunakan sensor yang ukurannya jauh lebih kecil.
Untuk memanfaatkan kemampuan sensor secara maksimal, DJI juga menghadirkan profil warna baru D-Log2.
Profil ini memberikan ruang lebih luas dalam proses penyuntingan video dengan mempertahankan detail pada area terang maupun gelap.
DJI menyebut penggunaan D-Log2 pada ISO 800 atau 1.600 akan memberikan hasil terbaik, terutama jika dipadukan dengan filter ND saat pengambilan gambar di luar ruangan.
Bahkan pada profil warna standar, kamera tetap menawarkan peningkatan kualitas berupa:
DJI mengungkapkan penggunaan sensor LOFIC tidak hanya mengganti sensor kamera, tetapi juga mengharuskan perusahaan mengembangkan sistem pemrosesan gambar (Image Signal Processor/ISP) baru.
Perusahaan merancang ulang jalur pemrosesan sinyal, algoritma penggabungan data, kalibrasi piksel, sistem pengurangan noise, hingga firmware sensor agar teknologi LOFIC dapat bekerja secara optimal.
Meski menghasilkan kualitas gambar yang jauh lebih tinggi, teknologi tersebut memiliki konsekuensi berupa konsumsi daya yang lebih besar, suhu kerja lebih tinggi, serta biaya produksi yang meningkat.
Karena alasan itu, sensor LOFIC hanya digunakan pada Osmo Pocket 4P, sementara Osmo Pocket 4 reguler tetap menggunakan sensor generasi sebelumnya.
DJI menyebut penggunaan sensor LOFIC sebagai kemajuan terbesar sepanjang sejarah lini Osmo Pocket.
Jika sebelumnya peningkatan kualitas hanya berasal dari sensor yang sedikit lebih besar atau penambahan fitur baru, kini perubahan terjadi pada arsitektur sensor itu sendiri.
"Teknologi LOFIC memungkinkan sensor berukuran kecil menghasilkan dynamic range yang mendekati kamera dengan sensor jauh lebih besar," ungkap DJI.
Dengan kemampuan tersebut, Osmo Pocket 4P diposisikan sebagai kamera bagi kreator konten profesional yang mengutamakan kualitas video tinggi dan fleksibilitas dalam proses pascaproduksi. Hingga saat ini, DJI belum mengumumkan harga maupun jadwal peluncuran global perangkat tersebut. (*)
Bagikan
DJI Mini 5 Pro
9 bulan yang lalu