Kurang Tidur Tiap Hari? Ini Dampaknya pada Tubuh

Selasa, 17 Februari 2026 21:18 WIB

Penulis:Pratiwi

tidur.jpg

(sijori.id) - Tidur kurang dari enam jam setiap hari sering dianggap hal biasa. Pada awalnya, banyak orang merasa masih mampu beraktivitas normal. Bangun pagi, berangkat kerja atau sekolah, semuanya tampak baik-baik saja. Namun, tanpa disadari, tubuh mulai menunjukkan perubahan secara bertahap.

Pada tahap awal, kekurangan tidur belum terasa signifikan. Aktivitas harian tetap berjalan meski tubuh sebenarnya mulai beradaptasi dengan kondisi kurang istirahat.

Memasuki tahap berikutnya, fungsi otak perlahan menurun. Konsentrasi melemah, mudah lupa pada hal-hal kecil, dan waktu reaksi menjadi lebih lambat. Kondisi ini kerap tidak disadari, tetapi berdampak pada produktivitas dan keselamatan, terutama saat berkendara atau mengambil keputusan penting.

Jika berlangsung berminggu-minggu, perubahan hormonal mulai terjadi. Hormon yang mengatur rasa lapar meningkat, membuat seseorang lebih sering merasa lapar. Akibatnya, keinginan mengonsumsi makanan manis dan junk food ikut naik.

Dampak selanjutnya menyentuh proses pemulihan tubuh. Saat tidur kurang, tubuh tidak mampu memperbaiki sel secara optimal. Kulit terlihat lelah, lingkaran hitam di bawah mata muncul, dan daya tahan tubuh menurun sehingga lebih mudah terserang penyakit.

Dalam jangka panjang, kesehatan mental turut terpengaruh. Emosi menjadi lebih mudah terpancing, stres terasa lebih berat, serta risiko gangguan kecemasan hingga depresi meningkat.

Sesekali kurang tidur mungkin tidak menimbulkan masalah besar. Namun jika terjadi setiap hari, dampaknya dapat merusak fungsi otak dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Karena itu, durasi tidur ideal sekitar tujuh hingga delapan jam per malam tetap menjadi kunci pemulihan tubuh yang optimal. (*)